BOJONEGOROtimes.Id – Sebanyak 349 penari memukau masyarakat melalui tari kolosal Jambul Meliwis Putih Malawapati dalam puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro (HJB) ke-349 di Alun-Alun Bojonegoro, Selasa (20/10/2026).
Pertunjukan ini menjadi simbol perjalanan sejarah sekaligus kekayaan budaya daerah.
Karya koreografer Mohamad Anang Setiawan tersebut mengangkat legenda Prabu Angling Dharma, raja Malawapati yang dikenal sakti dan mampu memahami bahasa alam.
Kisahnya menggambarkan perjalanan sang raja hingga berubah menjadi Meliwis Putih akibat konflik dan kutukan.
Nuansa magis pertunjukan semakin kuat berkat iringan musik etnik garapan Saraswara Indonesia.
Komposisi musik karya Krishna Julinanta dan Sefarito Renoa menghidupkan suasana, mulai dari kemegahan kerajaan, konflik batin, hingga kisah tragis perubahan Angling Dharma.
Tari kolosal ini menjadi salah satu sajian utama perayaan HJB ke-349.
Selain menghibur masyarakat, pertunjukan tersebut juga menjadi upaya pelaku seni Bojonegoro dalam melestarikan legenda lokal serta menjaga identitas budaya agar tetap dikenal generasi mendatang. (*)












