SURABAYA – Ketua Umum Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Hartanto Boechori, menyampaikan catatan evaluasi sekaligus harapan kepada Kapolda Jawa Timur yang baru, Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono.
Ia mengapresiasi kepemimpinan Irjen Pol. Nanang Avianto sekaligus mendorong peningkatan kualitas penegakan hukum dan pelayanan publik di Jawa Timur.
Pergantian pucuk pimpinan Polda Jatim berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/IX/Kep/2026 tertanggal 2 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum evaluasi bagi institusi kepolisian.
Hartanto menilai, selama memimpin Polda Jatim, Nanang mampu menjaga stabilitas organisasi, merespons persoalan, serta mempertahankan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurut Hartanto, sejumlah capaian patut diapresiasi, mulai dari penguatan disiplin anggota, pendekatan keadilan restoratif, hingga pengamanan berbagai agenda masyarakat.
Penghargaan Samkaryanugraha atau Nugraha Sakanti kepada Polda Jatim pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga dinilai sebagai bentuk pengakuan atas pengabdian institusi.
“Apresiasi ini bukan cek kosong. Pekerjaan rumah masih ada, dan saya tidak menutup mata,” tegas Hartanto dalam catatannya.
Ia berharap pengalaman Nanang menjadi bekal dalam menjalankan tugas barunya sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri.
Hartanto turut menyoroti penanganan kejahatan jalanan, pembentukan Satgas Premanisme, serta pengamanan Ramadan, Nyepi, Operasi Ketupat Semeru dan arus mudik.
Pengungkapan 320 kasus dengan 319 tersangka pada Mei 2026 disebut sebagai salah satu bentuk kerja nyata, tetapi ia menilai data pembanding perlu dibuka agar masyarakat dapat menilai kinerja kepolisian secara objektif.
Selain itu, ia mengapresiasi inisiatif Deklarasi Surabaya 2026 bertema “Jogo Jawa Timur” bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Respons Polda Jatim dalam penanganan kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep juga menjadi catatan positif, termasuk pengerahan personel dan helikopter untuk membantu pencarian korban.
Kini, Hartanto berharap Kapolda Jatim yang baru mampu meningkatkan manajemen penyidikan, konsistensi penegakan hukum, pemberantasan narkoba, serta mutu pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan kepolisian tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya perkara yang diungkap, tetapi juga dari terputusnya jaringan peredaran narkoba dan meningkatnya kepercayaan publik.
“Pesan saya, buka data, jelaskan keputusan-keputusan sulitnya dan tuntaskan penyidikan yang masih menggantung,” ujarnya.
Hartanto juga mengingatkan agar penanganan perkara dilakukan berdasarkan bukti dan hukum, tanpa membedakan latar belakang maupun kekuatan pihak yang terlibat.
Ada tiga pekerjaan rumah yang dititipkan PJI kepada Kapolda Jatim baru, yakni konsistensi penegakan hukum, pengawasan internal dan pelayanan publik, serta perlindungan hak masyarakat.
Hartanto menekankan bahwa dugaan pelanggaran anggota harus diperiksa secara objektif, pengaduan masyarakat perlu mendapat kepastian, dan konflik lahan harus diselesaikan dengan berpedoman pada hukum serta bukti.
“Kami, PJI dan Depkumham PJI, siap mendukung tugas-tugas Bapak secara proporsional,” pungkas Hartanto.
Dukungan tersebut, menurutnya, tetap berjalan seiring dengan fungsi pers untuk melakukan pengawasan, memberikan kritik, dan mendorong transparansi demi penegakan hukum yang adil di Jawa Timur. (*)












