Gema Sholawat dan Semangat Kemerdekaan, Tujuh Dusun di Desa Pejok Bersatu dalam Pengajian

BOJONEGORO Times.Id,. — Gema sholawat dan semangat kemerdekaan mewarnai pengajian umum masyarakat Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (16/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengajian diikuti masyarakat dari tujuh dusun di Desa Pejok, yakni Jati Tengah, Jatisari, Karangpilang, Jetis, Dukuan, Soko, dan Pejok.

Warga dari berbagai wilayah tersebut berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk mengikuti tausiyah dan lantunan sholawat.

Kepala Desa Pejok, Guntur Prianto, turut hadir bersama istrinya. Dalam sambutannya, Guntur menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh elemen masyarakat Desa Pejok yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Yang paling penting dari kegiatan ini bukan hanya berkumpul dan memperingati Maulid Nabi serta kemerdekaan, tetapi bagaimana nilai-nilai yang kita dapatkan bisa kita bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita jadikan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman untuk saling menghormati, menjaga kerukunan, dan terus bergotong royong. Kemerdekaan akan semakin berarti ketika masyarakatnya guyub, rukun, dan saling peduli,” ungkap Guntur.

Pengajian menghadirkan KH Sunhaji sebagai penceramah. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi bagian utama dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Melalui tausiyah tersebut, masyarakat diajak mengenang perjuangan dan keteladanan Rasulullah SAW serta menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, menjaga persaudaraan, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Suasana pengajian semakin khidmat dengan lantunan sholawat dari Majelis Hadroh Sholawat Barokah Manfaat. Lantunan sholawat mengiringi rangkaian acara sekaligus menambah nuansa religius dalam peringatan Maulid Nabi.

Selain menjadi momentum keagamaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Semangat kemerdekaan dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan dalam sebuah kegiatan yang melibatkan masyarakat dari seluruh wilayah Desa Pejok.

Keterlibatan warga dari tujuh dusun menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Warga Jati Tengah, Jatisari, Karangpilang, Jetis, Dukuhan, Soko, dan Pejok hadir mengikuti rangkaian pengajian hingga selesai.

Pertemuan warga dari berbagai dusun tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan sosial antarmasyarakat. Pengajian tidak hanya menjadi sarana untuk mendapatkan ilmu keagamaan, tetapi juga menjadi wadah berkumpul dan membangun kebersamaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan peran masyarakat dalam menjaga tradisi kegiatan keagamaan di lingkungan desa. Semangat warga untuk mengikuti pengajian dan bersholawat menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat.

Pemerintah Desa Pejok turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kebersamaan dengan masyarakat.

Kehadiran Kepala Desa Guntur Prianto bersama istrinya menunjukkan keterlibatan pemerintah desa dalam kegiatan yang diikuti masyarakat dari seluruh dusun.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, dan semangat gotong royong.
Perpaduan momentum keagamaan dan kebangsaan tersebut menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.

Nilai-nilai religius dan semangat kemerdekaan diharapkan dapat berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat Desa Pejok.

Dengan berkumpulnya warga dari tujuh dusun dalam satu kegiatan, pengajian tersebut menjadi gambaran semangat guyub dan rukun masyarakat Desa Pejok. Kebersamaan yang terbangun diharapkan terus terjaga dan menjadi modal sosial dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan serta kehidupan bermasyarakat di desa.

Melalui peringatan Maulid Nabi dan HUT Kemerdekaan RI, masyarakat Desa Pejok tidak hanya mengenang dua momentum penting, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menjaga persatuan, mempererat silaturahmi, dan menghidupkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. (Dj)