‎Bupati Bojonegoro Luncurkan Ratusan Armada KDMP, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

BOJONEGOROtimes.Id – Pemkab Bojonegoro terus memperkuat fondasi ekonomi desa melalui pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

‎Upaya ini diwujudkan lewat pemberian dukungan sarana operasional bagi koperasi desa di Kabupaten Bojonegoro.

‎Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi nasional dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa.

‎Dengan penguatan ini, diharapkan desa mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

‎Pada Senin (30/03/2026), bantuan kendaraan operasional resmi diserahkan kepada koperasi desa dan kelurahan.

Sebanyak 57 unit truk dan 50 unit mobil pickup dialokasikan untuk menunjang aktivitas KDMP di wilayah Bojonegoro.

‎Ratusan kendaraan ini akan mendukung operasional dari total 382 koperasi yang tersebar di berbagai desa.

‎Penyerahan dilaksanakan di halaman Kodim 0813 Bojonegoro dengan suasana penuh antusias.

‎Prosesi diawali dengan penyerahan kunci kendaraan secara simbolis oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Forkopimda.

Perwakilan penerima dari koperasi desa menerima langsung bantuan tersebut sebagai tanda dimulainya pemanfaatan.

‎Usai penyerahan, Bupati bersama rombongan melakukan pengecekan kondisi kendaraan secara langsung.

‎Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh armada siap digunakan di lapangan.

‎Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono juga menjajal salah satu kendaraan operasional.

Ia mengemudikan mobil pickup Mahindra untuk memastikan performa kendaraan yang akan digunakan koperasi.

‎Setelah mencoba, ia menyampaikan kesan positif terhadap kendaraan tersebut.

‎“Mantap,” ucapnya singkat.

‎Sebelum kendaraan diberangkatkan, digelar prosesi siraman kembang setaman sebagai simbol doa keselamatan.

Ritual tersebut dipimpin langsung oleh Bupati bersama jajaran Forkopimda.

‎Selanjutnya dilakukan pemecahan kendi sebagai tanda dimulainya operasional armada.

‎Prosesi ini menjadi simbol harapan keberkahan dalam pemanfaatan bantuan.

‎Pemberangkatan kendaraan dilakukan secara resmi oleh Bupati Bojonegoro.

Momentum ini menandai dimulainya penggunaan armada untuk mendukung aktivitas ekonomi desa.

‎Kendaraan akan dimanfaatkan dalam berbagai sektor usaha koperasi.

‎Mulai dari distribusi hasil produksi hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat.

‎Bupati Setyo Wahono menjelaskan bahwa bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi.

Menurutnya, kendaraan operasional akan memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan logistik desa.

‎Selain itu, biaya distribusi diharapkan bisa ditekan sehingga lebih menguntungkan masyarakat.

‎“Bantuan ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi desa, khususnya dalam distribusi hasil pertanian dan efisiensi logistik,” jelasnya.

‎Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan koperasi yang terencana dan berbasis potensi lokal.

Identifikasi potensi desa dan pemetaan kebutuhan masyarakat menjadi langkah krusial dalam pengembangan KDMP.

‎Penguatan sumber daya manusia juga dinilai sebagai kunci keberhasilan program ini.

‎Dengan manajemen yang baik, koperasi diyakini mampu berkembang secara berkelanjutan.

‎Dukungan terhadap program ini turut disampaikan Kepala Desa Pesen, Kecamatan Kanor, Agus Saputra.

Ia menilai program penguatan koperasi desa sangat berdampak bagi masyarakat.

‎Selain meningkatkan ekonomi, program ini juga membuka peluang kerja baru.

‎“Kami sangat mendukung program ini karena membantu perekonomian dan mengurangi pengangguran,” ujarnya.

‎Hal senada disampaikan Ketua KDMP Desa Pesen, Khosip Ikhsan.

Menurutnya, keberadaan kendaraan operasional akan memperlancar distribusi hasil pertanian warga.

‎Selain itu, kebutuhan masyarakat juga dapat terpenuhi lebih cepat dan efisien.

‎“Kendaraan ini sangat membantu kelancaran distribusi dan aktivitas ekonomi desa,” katanya.

‎Dengan sistem yang semakin tertata, KDMP diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai penggerak kesejahteraan warga.

‎Ke depan, penguatan koperasi diharapkan mampu menciptakan desa yang mandiri dan produktif.

‎Pemerintah bersama masyarakat pun berkomitmen menjadikan koperasi sebagai pilar utama pembangunan desa. (Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *