BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengawali hari pertama kerja usai libur Idul Fitri dengan apel pagi yang dirangkai halal bihalal.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (25/03/2026).
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Setyo Wahono dan diikuti seluruh ASN.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak dalam momen saling bermaafan.
Dalam arahannya, Bupati menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh ASN dan masyarakat Bojonegoro.
Ia mengajak momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan semangat pelayanan publik.
Kebersamaan dinilai menjadi kunci dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Secara pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan pentingnya rasa syukur atas potensi sumber daya alam yang dimiliki Bojonegoro.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kesejahteraan, termasuk bagi ASN.
Namun demikian, ia mengingatkan agar hal itu tidak membuat lengah dalam bekerja.
Justru harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia menyoroti tantangan fiskal yang berdampak pada kebijakan anggaran daerah.
Efisiensi menjadi langkah penting yang harus diterapkan dalam APBD 2026.
Kegiatan yang bersifat seremonial diminta untuk dikurangi tanpa mengurangi kualitas layanan publik.
“Kegiatan yang tidak mendesak perlu dikurangi, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang,” tegasnya.
Selain itu, Bupati meminta perangkat daerah lebih cermat dalam merancang program kerja.
Kondisi global dan dinamika geopolitik turut memengaruhi kebijakan pemerintah daerah.
Oleh karena itu, fokus pada program prioritas menuju tahun 2027 menjadi hal utama.
Perencanaan yang matang dinilai penting untuk menjaga stabilitas pembangunan.
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi perhatian serius.
Setiap OPD diminta mampu menggali potensi daerah secara maksimal.
Efisiensi anggaran, termasuk perjalanan dinas dan penggunaan energi, harus dilakukan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian fiskal daerah.
Di bidang lingkungan, Bupati mengajak seluruh elemen menerapkan gerakan 3R.
Peran camat, sekolah, masyarakat hingga sektor swasta sangat dibutuhkan. Kesadaran menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini.
Hal ini menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, sektor ketahanan pangan juga menjadi fokus perhatian pemerintah daerah.
Pemanfaatan lahan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Peran dinas terkait dan camat sangat penting dalam mendorong program ini. Langkah tersebut juga mendukung kemandirian pangan daerah.
Bupati turut menekankan percepatan layanan perizinan kepada masyarakat. Setiap permohonan harus ditangani dengan cepat dan jelas.
Kepastian layanan menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan publik.
Kolaborasi lintas sektor juga diperlukan untuk mendukung pembangunan.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal seluruh pegawai.
Momentum ini menjadi sarana mempererat silaturahmi di lingkungan Pemkab Bojonegoro.
Kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat kinerja ASN.
Semangat baru pun dibangun untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,