‎BKKD 2025 Digeber, 22 Desa di Kedungadem Bojonegoro Bangun Jalan Lebih dari 20 Km

‎BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus mempercepat pemerataan pembangunan hingga tingkat desa melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2025.

‎Di Kecamatan Kedungadem, program tersebut hampir seluruhnya telah terlaksana.

‎Dari total 23 desa yang ada, sebanyak 22 desa tercatat telah menjalankan pembangunan melalui program tersebut.

‎Camat Kedungadem, Sahlan, mengatakan pembangunan yang dilakukan tahun ini cukup masif dan menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

‎Infrastruktur yang dibangun tidak hanya meningkatkan kualitas akses transportasi, tetapi juga memperkuat konektivitas antar desa sehingga mobilitas warga menjadi lebih mudah dan lancar.

‎Fokus utama pembangunan dalam program BKKD 2025 di Kedungadem berada pada peningkatan kualitas jalan desa.

‎Total panjang ruas jalan yang dibangun mencapai sekitar 20.139 meter dengan konstruksi rigid beton maupun aspal.

‎Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat desa.

‎Selain pembangunan jalan, program BKKD juga mencakup pembangunan drainase, tembok penahan tanah (TPT), serta pemasangan bronjong.

‎Infrastruktur tersebut berfungsi memperlancar aliran air, mencegah genangan di permukiman warga, serta memperkuat struktur tanah di wilayah yang rawan longsor.

‎Dari seluruh desa di Kecamatan Kedungadem, hanya Desa Drokilo yang tidak mendapatkan alokasi BKKD pada tahun 2025.

‎Meski begitu, pihak kecamatan memastikan seluruh proses pembangunan di desa penerima tetap berjalan sesuai spesifikasi teknis dan aturan yang telah ditetapkan.

‎Sahlan menegaskan pihak kecamatan melakukan pendampingan secara intensif untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan tepat sasaran.

‎Pengawasan dilakukan mulai dari administrasi hingga pelaksanaan pembangunan di lapangan agar seluruh kegiatan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

‎“Komitmen kami melakukan pendampingan dan pengawasan agar penggunaan dana berjalan sesuai aturan,” ujar Sahlan, Senin (9/3/2026).

‎Melalui pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap akses transportasi masyarakat semakin baik.

‎Dengan konektivitas yang lebih lancar, program BKKD diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *