BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat komitmen menghadirkan pembangunan yang adil dan inklusif melalui Rapat Koordinasi Pokja Pengarusutamaan Gender (PUG) di Ruang Angling Dharma, Kamis (26/02/2026).
Forum ini memastikan seluruh proses pembangunan daerah mengintegrasikan perspektif gender secara menyeluruh.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kebijakan yang responsif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menegaskan bahwa PUG merupakan strategi untuk melibatkan perempuan dalam seluruh tahapan pembangunan.
“Pengarusutamaan gender adalah bagaimana Pemkab Bojonegoro melibatkan arus utama perempuan di dalam pelaksanaan pembangunan, mulai perencanaan hingga pelaporan,” ujarnya. Ia menyebut terdapat tujuh tahapan pembangunan yang harus terintegrasi gender, dari perencanaan hingga evaluasi dan pengawasan.
Berdasarkan data BPS, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Bojonegoro menunjukkan tren positif bahkan melampaui capaian Jawa Timur.
Jumlah penduduk tercatat 1.366.231 jiwa dengan komposisi yang relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Di sektor ASN, keterlibatan perempuan mencapai 54 persen, sementara laki-laki 45 persen, menunjukkan partisipasi perempuan cukup dominan.
Namun demikian, pada dimensi pemberdayaan, keterwakilan perempuan di DPRD Bojonegoro masih 18 persen.
Partisipasi pendidikan tingkat SLTA sederajat juga menunjukkan selisih antara perempuan dan laki-laki.
Sementara pada sektor ketenagakerjaan, kontribusi perempuan masih berada di bawah laki-laki secara makro, meski sejumlah sektor industri banyak menyerap tenaga kerja perempuan.
Fasilitator PUG Jawa Timur, One Widyawati, menjelaskan bahwa gender merupakan konstruksi sosial terkait peran dan tanggung jawab laki-laki serta perempuan.
“Masih ada kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat pembangunan bagi perempuan dan kelompok rentan lainnya,” jelasnya.
Ia menyoroti isu strategis seperti perkawinan anak, stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga rendahnya keterwakilan perempuan di parlemen.
Kepala DP3AKB Bojonegoro, Ahmad Hernowo Wahyutomo, menegaskan komitmen daerah dalam mengoptimalkan pelaksanaan PUG secara terpadu.
“Kelompok Kerja PUG menjadi wadah strategis untuk memastikan kebijakan dan anggaran responsif gender,” tegasnya.
Ia berharap koordinasi lintas perangkat daerah mampu mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan memberikan manfaat setara bagi seluruh masyarakat. (*)













Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,