BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) mempercepat pembangunan infrastruktur irigasi guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program ini difokuskan pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan air pertanian.
Hingga akhir 2025, upaya tersebut menunjukkan hasil signifikan.
Infrastruktur air kini menjadi prioritas utama dalam mendukung produktivitas petani.
Tercatat pembangunan jaringan irigasi menjangkau 108 desa, sementara rehabilitasi dilakukan di 11 desa strategis.
Dari total program tersebut, 72 titik pembangunan dan 4 titik rehabilitasi telah rampung sepenuhnya.
Panjang jaringan irigasi yang berhasil diselesaikan mencapai 14.851,80 meter. Capaian ini berdampak langsung pada peningkatan kualitas sistem pengairan.
Data terbaru menunjukkan kondisi jaringan irigasi kategori baik meningkat dari 190.513,08 meter menjadi 205.364,88 meter.
Peningkatan ini memperkuat distribusi air bagi lahan pertanian masyarakat.
Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan.
Petani kini memiliki akses air yang lebih merata sepanjang musim.
“Infrastruktur irigasi yang memadai adalah fondasi utama pertanian. Kami ingin memastikan petani tidak lagi khawatir terhadap pasokan air, baik saat musim hujan maupun kemarau. Air yang lancar berarti panen yang stabil,” ujar Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth.
Program ini membawa sejumlah manfaat nyata bagi petani dan masyarakat desa. Distribusi air menjadi lebih terjamin sehingga risiko gagal panen dapat ditekan.
Petani juga berpeluang meningkatkan frekuensi tanam hingga dua atau tiga kali dalam setahun.
Selain itu, biaya produksi lebih efisien karena tidak lagi bergantung pada pompa air darurat.
Menurut Helmy, pembangunan ini merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi pedesaan.
Dengan jaringan irigasi yang semakin baik, hasil panen diharapkan meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Ketahanan pangan lokal pun semakin kuat.
“Kami berkomitmen melanjutkan pembangunan secara merata dan berkelanjutan agar Bojonegoro tetap tangguh sebagai lumbung pangan,” pungkasnya. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,