TNI–Polri dan Warga Ngimbang Lamongan Bersatu, Irigasi Munungrejo Kembali Lancar

LAMONGAN – Upaya mencegah potensi banjir sekaligus menjaga pasokan air pertanian terus dilakukan di wilayah Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan.

‎Koramil 0812/06 Ngimbang bersama personel Yonif TP 887/KJM dan masyarakat turun langsung membersihkan saluran irigasi di Dusun Tanjung Kulon, Desa Munungrejo, Kamis (12/02/2026).

‎Kegiatan gotong royong ini menyasar sampah dan endapan tanah yang selama ini menghambat aliran air.

‎Normalisasi tersebut diharapkan mampu membuat distribusi air menuju sawah warga kembali optimal.

‎Kehadiran berbagai unsur menjadi bukti kuat kebersamaan dalam menjaga lingkungan.

‎Aksi karya bakti dipimpin Danramil 0812/06 Ngimbang Kapten Inf Mustoha.

Ia memantau langsung proses pengangkatan sampah hingga pengerukan sedimen yang menyebabkan pendangkalan.

‎Saluran ini diketahui merupakan jalur vital bagi kebutuhan irigasi pertanian warga.

‎Jika tersumbat, dampaknya bisa menurunkan produktivitas lahan.

‎Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, mulai unsur Forkopimcam hingga generasi muda.

Tampak hadir Camat Ngimbang Anton Sujarwo dan Kapolsek Ngimbang I Wayahe Sumantra, S.H.

‎Sebanyak 30 prajurit Yonif TP 887/KJM di bawah pimpinan Lettu Czi Jamil ikut diterjunkan.

‎Perangkat desa serta warga Munungrejo juga turut ambil bagian.

‎Partisipasi pelajar menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Sedikitnya 50 siswa SMAN 1 Ngimbang terlihat antusias membantu pembersihan.

‎Kehadiran mereka dinilai penting sebagai sarana pembelajaran kepedulian lingkungan.

‎Selain itu, semangat gotong royong dapat tertanam sejak usia muda.

‎Kapten Inf Mustoha menegaskan bahwa karya bakti bukan hanya soal kerja fisik.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi kolektif kepada masyarakat.

‎Ia ingin kesadaran menjaga kebersihan saluran air terus tumbuh.

‎Dengan begitu, masalah serupa tidak terulang kembali.

‎”Kami bersama Yonif TP 887/KJM, Polsek, pihak kecamatan, dan adik-adik siswa turun langsung agar irigasi kembali lancar. Harapannya pertanian warga tetap produktif dan lingkungan menjadi lebih sehat,” ujar Mustoha.

‎Setelah beberapa jam pengerjaan, hasilnya mulai terlihat nyata.

Saluran yang sebelumnya dipenuhi sampah kini lebih bersih dan air mengalir tanpa hambatan.

‎Warga pun menyambut baik karena manfaatnya langsung dirasakan.

‎Kegiatan berakhir dengan situasi aman serta tertib.

‎Semangat kebersamaan yang terbangun dalam karya bakti ini sejalan dengan tekad pembangunan daerah.

Kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

‎Budaya gotong royong kembali menunjukkan kekuatannya di tengah warga.

‎Nilai tersebut selaras dengan semboyan Lamongan Megilan Berhasil. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *