LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan langkah penanganan banjir yang disebabkan oleh luapan Sungai Bengawan Jero.
Pada Selasa (20/1/2026), sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, dan BPBD Lamongan kembali diwujudkan melalui penyaluran bantuan logistik bagi warga terdampak di Kecamatan Turi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan kondisi masyarakat pasca bencana di wilayah Lamongan.
Distribusi bantuan dipusatkan di Posko Bencana Kecamatan Turi. Fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Penyerahan bantuan dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Dr. Moh Nalikan, M.M., bersama Kalaksa BPBD Lamongan, Naim.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menegaskan komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Pemerintah hadir untuk memastikan warga tidak sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Sekda Lamongan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak. Penanganan darurat akan terus dilakukan hingga kondisi membaik.
Logistik bantuan tiba di Pendopo Kecamatan Turi sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung didistribusikan secara bertahap.
Penyaluran dilakukan melalui para kepala desa dari wilayah terdampak.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi beras sebanyak 3,6 ton.
Selain itu terdapat 60 paket makanan tambahan bergizi. Bantuan juga mencakup perlengkapan kebersihan, sandang, dan selimut.
Sebanyak 12 desa di Kecamatan Turi tercatat menerima bantuan akibat dampak luapan Bengawan Jero. Desa-desa tersebut meliputi:
Kemlagigede, Kemlagilor, Pomahanjanggan, Bambang, Putatkumpul, hingga Balun.
Data sementara menunjukkan banjir merendam 785 rumah warga. Sebanyak 2.822 jiwa dari 851 kepala keluarga terdampak.
Banjir juga menggenangi lahan pertanian dan fasilitas pendidikan.
Selain pemukiman warga, luapan air mengakibatkan 1.283 hektar sawah terendam dan mengganggu aktivitas pertanian.
Tak hanya itu, 19 lembaga pendidikan di wilayah tersebut turut terdampak.
Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Langkah darurat terus dilakukan guna meminimalkan kerugian. Pendataan dampak masih terus diperbarui.
Camat Turi, Rachmat Hidayat, S.H., M.M., bersama unsur Muspika memastikan distribusi bantuan berjalan aman dan tepat sasaran.
Kapolsek Turi AKP Aris Sugianto dan Danramil 0812/03 Turi Kapten Inf Tri Prasetyohadi turut mengawal proses penyaluran.
“Kami pastikan bantuan sampai ke warga yang membutuhkan,” tegas Camat Turi.
Pengawasan dilakukan hingga tingkat desa. Distribusi diprioritaskan ke lokasi sulit dijangkau.
Pihak Muspika Turi juga menyampaikan bahwa personel gabungan terus disiagakan di lapangan.
Pemantauan debit air Bengawan Jero dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.
“Kami siap membantu evakuasi dan distribusi logistik,” ungkap perwakilan Muspika.
Koordinasi lintas instansi terus diperkuat. Keselamatan warga menjadi prioritas utama.
Secara keseluruhan, kegiatan penyaluran bantuan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Sosial dan BPBD menegaskan komitmennya untuk terus hadir hingga kondisi benar-benar pulih.
Langkah tanggap darurat akan dilanjutkan sesuai perkembangan situasi. Masyarakat diimbau tetap waspada.
Pemerintah berharap kondisi Bengawan Jero segera kembali normal. (*)















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,