Alun-alun Bojonegoro Ditata Ulang, Ruang Hijau dan UMKM Jadi Prioritas

BOJONEGOROtimes.Id – Ikon pusat kota Bojonegoro, Alun-alun dipastikan akan mengalami pembaruan besar pada tahun 2026.

‎Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp28 miliar untuk melakukan penataan ulang kawasan tersebut.

‎Revitalisasi Alun-alun Bojonegoro ini bertujuan meningkatkan kualitas ruang publik agar lebih nyaman dan fungsional.

‎Selain itu, kawasan ini akan diintegrasikan dengan fasilitas publik di sekitarnya.

‎Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, Satito Hadi, menjelaskan bahwa penataan tidak dilakukan dengan pembongkaran total.

‎Konsep yang diusung adalah revitalisasi menyeluruh dengan tetap mempertahankan struktur utama alun-alun.

‎Penyesuaian desain dilakukan agar kawasan lebih ramah bagi masyarakat.

‎Kebijakan ini selaras dengan arahan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.

‎Dalam perencanaan, Pemkab Bojonegoro menekankan pentingnya menjaga nilai historis kawasan pusat kota.

‎Hubungan antara Masjid Agung Darussalam, Pendopo Malowopati, Alun-alun, dan Pasar Kota tetap dipertahankan.

‎Penataan parkir dan penempatan pedagang kaki lima juga menjadi fokus utama.

‎Langkah ini diambil agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tetap berjalan seimbang.

‎Selain fungsi sosial dan ekonomi, aspek lingkungan turut menjadi perhatian dalam revitalisasi ini.

‎Ruang Terbuka Hijau atau RTH akan ditata agar memberikan manfaat ekologis bagi pusat kota.

‎Keberadaan ruang hijau dinilai penting untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

‎Alun-alun diharapkan menjadi ruang interaksi sekaligus area relaksasi warga.

‎Pada tahun 2025, proyek ini telah memasuki tahap penyusunan masterplan sebagai perencanaan jangka panjang.

‎Pengerjaan fisik revitalisasi Alun-alun Bojonegoro diproyeksikan dimulai pada pertengahan 2026.

‎“Alun-alun adalah wajah kota, sehingga harus representatif dan nyaman bagi semua lapisan masyarakat,” ujar Satito Hadi, Senin (19/01/2026).

‎Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses penataan agar berjalan lancar dan tepat sasaran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *