‎Roboh Diterjang Banjir, TNI Sukorame dan Warga Sewor Bangun Jembatan Darurat

LAMONGAN – Jajaran Babinsa Koramil 0812/24 Sukorame kembali menunjukkan peran aktifnya di tengah masyarakat.

‎Bersama warga Dusun Ngerapah, Desa Sewor, Kecamatan Sukorame, mereka melaksanakan kerja bakti pembangunan jembatan darurat.

Jembatan tersebut dibuat dari anyaman bambu sebagai solusi sementara.

‎Langkah ini diambil demi mengembalikan akses vital warga yang sempat terputus.

‎Pembangunan jembatan darurat dilakukan setelah jembatan utama desa roboh akibat cuaca ekstrem.

‎Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan debit sungai meningkat tajam.

‎Kondisi tersebut membuat struktur jembatan tidak mampu menahan arus air.

‎Akibatnya, aktivitas masyarakat lumpuh karena jalur penghubung terputus total.

‎Danramil 0812/24 Sukorame, Lettu Ctp Anang, turun langsung memantau proses pembangunan di lapangan.

‎Ia menegaskan bahwa pembuatan jembatan darurat menjadi prioritas demi kepentingan warga.

‎Menurutnya, akses tersebut sangat dibutuhkan oleh anak sekolah, pedagang, dan petani.

‎“Kami tidak ingin aktivitas masyarakat terhenti terlalu lama,” ujarnya.

‎Lettu Ctp Anang menambahkan, seluruh Babinsa dikerahkan untuk bergotong royong bersama masyarakat.

‎Meski hanya berbahan bambu, jembatan darurat dinilai cukup penting sebagai penghubung sementara.

‎Ia menyebut jembatan tersebut menjadi penopang roda ekonomi warga.

‎“Yang terpenting, warga bisa kembali beraktivitas dengan aman,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Danramil menegaskan bahwa kehadiran TNI harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

‎Setiap kesulitan warga di wilayah binaan menjadi tanggung jawab bersama.

‎Ia menekankan bahwa Babinsa harus tanggap terhadap kondisi sosial dan bencana.

‎“Instruksi kami jelas, TNI harus hadir dan memberi solusi,” pungkasnya.

‎Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Sewor, Tarno, atas respons cepat Koramil Sukorame.

‎Ia mengaku sangat terbantu dengan keterlibatan langsung Babinsa dalam pembangunan jembatan.

‎Menurutnya, tanpa dukungan TNI, pengerjaan tidak akan berjalan secepat ini.

‎“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Koramil,” ucapnya.

‎Tarno menjelaskan bahwa jembatan sebelumnya roboh akibat banjir bandang yang melanda desa.

‎Keberadaan jembatan bambu dinilai cukup membantu mobilitas warga saat ini.

‎Meski demikian, ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas.

‎“Kami berharap ke depan ada pembangunan jembatan permanen,” tambahnya.

‎Kerja bakti berlangsung dalam suasana penuh semangat kebersamaan.

‎Anggota TNI dan warga tampak bahu-membahu mengangkut bambu dan merakit anyaman.

‎Tiang penyangga dipasang secara manual dengan peralatan seadanya. Kehadiran Babinsa mampu membangkitkan optimisme warga pasca bencana. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *