LAMONGAN – Dalam rangka mendukung program strategis nasional di sektor lingkungan hidup dan ketahanan pangan, Babinsa Koramil 0812 – 24 Sukorame melaksanakan patroli hutan terpadu.
Kegiatan ini dilakukan bersama Polsek Sukorame serta Kelompok Tani Hutan (KTH) Mugomulyo.
Patroli menyasar kawasan Hutan Desa Kedungkumpul, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan.
Langkah tersebut menjadi bentuk nyata pengawalan program pemerintah di tingkat desa.
Patroli bersama ini merupakan bagian dari pengawasan Program Fasilitasi Agroforestri Pangan dan Energi (Fape).
Program Fape bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan hutan secara produktif dan berkelanjutan.
Melalui konsep agroforestri, masyarakat didorong mengelola tanaman pangan dan energi tanpa merusak ekosistem hutan.
Dengan demikian, fungsi ekonomi dan fungsi ekologis dapat berjalan seimbang.
Dua personel Babinsa Koramil 0812/24 Sukorame, yakni Serda Supadi dan Serda Angga, terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
Mereka menyusuri area hutan bersama anggota Polsek serta pengurus KTH Mugomulyo.
Selain memantau kondisi lahan, petugas juga berdialog dengan warga sekitar.
Edukasi diberikan agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian hutan.
Danramil 0812/24 Sukorame, Lettu Ctp Anang, menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang telah terbangun.
Menurutnya, kolaborasi antara TNI, Polri, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program Fape.
”Kehadiran aparat di kawasan hutan bukan semata untuk pengamanan.
Namun juga untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi petani hutan,” katanya, Senin (29/12/2025).
Lebih lanjut, Danramil menjelaskan bahwa patroli bertujuan menjaga keamanan lahan agroforestri.
Upaya ini dilakukan guna mencegah pembalakan liar serta aktivitas yang berpotensi merusak tanaman pangan.
Selain itu, patroli juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat Desa Kedungkumpul.
Warga diajak aktif merawat tanaman yang direncanakan sebagai sumber pangan dan energi.
”Melalui patroli rutin ini, koordinasi antara aparat keamanan dan kelompok tani terus diperkuat. Sinergitas tersebut diharapkan mampu menjaga aset negara yang berada di kawasan hutan desa,” jelas Danramil.
Program Fape di Desa Kedungkumpul pun ditargetkan menjadi contoh bagi wilayah lain.
Ia mengungkapkan, bahwa pengelolaan hutan berkelanjutan dan kemandirian ekonomi masyarakat menjadi tujuan utama. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,