Penerimaan Rapor, PP Abu Dzarrin Pererat Sinergi Orang Tua dan Pihak Pondok

BOJONEGOROtimes.Id – Pondok Pesantren (PP) Abu Dzarrin menggelar acara penerimaan rapor siswa SMP Plus dan SMK pada Senin (5/1/2026).

‎Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kelas sekolah yang berlokasi di Desa Sumbertelasih, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

‎Acara dihadiri para wali murid dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

‎Dalam sambutannya, Ustadzah Afiyatul Kamalah, putri dari Pengasuh Pondok Pesantren Abu Dzarrin KH M Muna’amul Choir, menyampaikan sejumlah penjelasan penting terkait kebijakan pondok dan sekolah.

Wali murid PP Abu Dzarrin, dalam acara penerimaan rapot.
Wali murid PP Abu Dzarrin, dalam acara penerimaan rapot.

‎Ia mengungkapkan bahwa sekolah telah menerima program MBG (Makan Bergizi Gratis).

‎Namun demikian, Neng Evi, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa para santri tetap dikenakan biaya kost makan bulanan, mengingat MBG hanya diberikan satu kali dalam sehari.

‎“Kalau sudah tidak bayar lagi, terus untuk makan siang dan sorenya dari mana,” jelas Neng Evi di hadapan para wali murid.

‎Selain itu, ia meminta orang tua agar lebih aktif memantau perkembangan anak melalui grup WhatsApp kelas.

‎Pasalnya, setiap wali kelas rutin membagikan foto kegiatan siswa sebagai laporan keaktifan dan kedisiplinan.

‎“Saya harap orang tua memperhatikan, ada foto anaknya atau tidak. Kalau tidak ada, silakan ditanyakan ke wali kelasnya,” ujarnya.

‎Neng Evi juga menekankan aturan kedisiplinan, khususnya bagi santri putri, agar tidak menggunakan make up, seperti lipstik dan eye shadow.

‎Jika ditemukan melanggar, perlengkapan tersebut akan disita oleh pihak pondok.

‎Ia berharap terjalin kerja sama yang baik antara orang tua dan pengajar agar pendidikan santri berjalan selaras.

‎Tak kalah penting, Neng Evi mengingatkan agar santri tidak terlalu sering pulang ke rumah. Jika harus pulang, wajib izin resmi kepada pihak pondok.

‎Pada sesi tanya jawab, salah satu wali murid, Rosidin, menanyakan terkait Program Indonesia Pintar (PIP).

‎Menanggapi hal tersebut, salah satu ustadz menjelaskan bahwa hingga batas akhir, pihak sekolah belum menerima konfirmasi lanjutan dari DAPODIK.

‎“PIP bukan wewenang guru dan bukan guru yang memilih, semuanya ditentukan oleh sistem,” jelasnya.

‎Acara kemudian ditutup dengan sambutan serta doa penutup yang disampaikan langsung oleh KH M Muna’amul Choir, selaku pengasuh Pondok Pesantren Abu Dzarrin, yang menambah kekhidmatan sekaligus kehangatan pertemuan tersebut. (Az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed