Dump Truck Proyek Irigasi Pacal Bikin Jalan Balen–Sugihwaras Berbahaya

BOJONEGOROtimes.Id – Proyek rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Pacal yang tengah berlangsung di Kabupaten Bojonegoro justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.

‎Aktivitas pengerjaan proyek tersebut berdampak langsung pada kondisi jalan umum yang menjadi licin dan berlumpur.

‎Situasi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.

‎Risiko kecelakaan semakin meningkat saat curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, ruas jalan PUK Balen–Sugihwaras tampak dipenuhi material tanah.

‎Kondisi terparah terlihat di wilayah Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu, hingga Desa Mayangkawis, Kecamatan Balen.

‎Tanah yang tercecer menutupi badan jalan dan mengurangi daya cengkeram ban kendaraan.

‎Akibatnya, pengendara harus ekstra waspada saat melintas di jalur tersebut.

‎Material tanah tersebut diduga berasal dari aktivitas pengerukan saluran irigasi proyek DI Pacal.

‎Tanah hasil kerukan diangkut menggunakan dump truck yang keluar masuk lokasi proyek setiap hari.

‎Namun, kuat dugaan pengangkutan material tidak dilakukan dengan pengamanan maksimal.

‎Sehingga tanah berjatuhan di jalan dan menciptakan kondisi licin yang berbahaya.

‎Saat hujan turun, kondisi jalan semakin memprihatinkan.

‎Lumpur bercampur air menutupi permukaan aspal dan sulit terlihat oleh pengendara.

‎Pengguna jalan, khususnya kendaraan roda dua, menjadi kelompok paling rentan.

‎Tak sedikit warga mengaku khawatir akan potensi kecelakaan lalu lintas.

‎Supri, warga Desa Mayangkawis, menyebut dampak proyek tersebut sangat mengganggu aktivitas harian masyarakat.

‎Menurutnya, tanah yang tercecer di jalan berpotensi menyebabkan pengendara tergelincir.

‎Ia menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius.

‎“Dump truck membawa tanah, tapi banyak yang jatuh di jalan dan bikin licin,” ujarnya, Senin (4/1/2026).

‎Keluhan serupa disampaikan Kardi (40), warga Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu.

‎Ia mengungkapkan bahwa warga merasa was-was setiap kali melintasi jalur tersebut.

‎Menurutnya, setiap proyek irigasi seharusnya dibarengi langkah antisipasi dampak lingkungan sekitar.

‎“Pengendara motor paling rawan kalau jalannya licin seperti ini,” tuturnya.

‎Melihat kondisi tersebut, warga mendesak adanya evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) proyek.

‎Terutama terkait mitigasi dampak pengerjaan di musim penghujan.

‎Warga juga meminta pembersihan jalan dilakukan secara rutin dan menyeluruh.

‎Selain itu, pengawasan ketat terhadap dump truck dinilai sangat diperlukan.

‎Langkah cepat dan tegas dinilai penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas.

‎Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama dalam setiap proyek infrastruktur.

‎Warga berharap instansi terkait tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat.

‎Kelancaran mobilitas di jalur PUK Balen–Sugihwaras pun diharapkan segera kembali normal.

‎Sebagai informasi, proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Pacal tahap pertama tahun 2025 dikerjakan oleh PT Tiara Multi Teknik.

‎Proyek ini didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

‎Nilai kontrak mencapai Rp57.616.642.864,55 dengan waktu pelaksanaan 240 hari.

‎Sementara masa pemeliharaan proyek ditetapkan selama 365 hari. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *