‎Antisipasi DBD, Babinsa Koramil Sukorame Dampingi Fogging di Desa Wedoro

LAMONGAN – Sebagai langkah antisipatif terhadap potensi merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim penghujan, Babinsa Koramil 0812-24 Sukorame, Serka Abd Manan, mendampingi tim Tenaga Kesehatan (Nakes) melaksanakan pengasapan atau fogging di wilayah Desa Wedoro, Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, Minggu (28/12/2025).

‎Kegiatan fogging difokuskan pada kawasan permukiman warga yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, terutama di area yang memiliki genangan air akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa minggu terakhir.

‎Serka Abd Manan menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI dalam mendukung upaya pemerintah desa dan tenaga kesehatan menjaga kualitas kesehatan masyarakat di wilayah binaan.

‎“Kami memastikan proses fogging berjalan maksimal, menjangkau area rawan seperti saluran air, halaman rumah, serta lingkungan yang rimbun. Ini sebagai langkah pencegahan agar penyebaran nyamuk pembawa DBD bisa ditekan sejak dini,” jelasnya.

‎Tak hanya melakukan pengasapan, Babinsa bersama petugas kesehatan juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat terkait pentingnya peran aktif warga dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

‎Warga diimbau tidak hanya bergantung pada fogging, karena pengasapan hanya efektif membasmi nyamuk dewasa.

‎Edukasi yang diberikan menekankan penerapan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta memanfaatkan kembali atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menampung air.

‎Selain itu, warga juga dianjurkan melakukan langkah tambahan seperti menggunakan kelambu atau lotion anti nyamuk untuk mencegah gigitan.

‎Sementara itu, Kepala Desa Wedoro mengapresiasi sinergi yang ditunjukkan Babinsa dan tenaga kesehatan.

‎Ia menilai kehadiran aparat teritorial tidak hanya membantu kelancaran kegiatan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

‎Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan tertib dan kondusif.

‎Seluruh wilayah permukiman Desa Wedoro berhasil disisir oleh tim gabungan sebagai bagian dari upaya pencegahan dini penyakit DBD. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *