LAMONGAN – Guna meminimalisir risiko banjir di musim penghujan, jajaran TNI dari Kodim 0812 Lamongan bersama Polres Lamongan, BPBD, serta warga menggelar karya bakti skala besar.
Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan tanaman enceng gondok yang menumpuk di aliran Sungai Bengawan Jeru.
Lokasi kegiatan berada di bawah jembatan penghubung Desa Priyoso, Kecamatan Karangbinangun, dan Desa Pasi, Kecamatan Glagah, Sabtu (10/01/2026).
Aksi tersebut menjadi langkah nyata dalam upaya deteksi dini dan pencegahan banjir yang kerap terjadi akibat tersumbatnya aliran sungai.
Tumpukan vegetasi liar dan sampah dinilai menghambat arus air, sehingga berpotensi menyebabkan luapan ke permukiman warga.
Melalui pembersihan ini, aliran Bengawan Jeru diharapkan kembali lancar. Selain itu, kondisi sungai menjadi lebih aman menghadapi intensitas hujan tinggi.
Dalam pelaksanaannya, personel gabungan turun langsung ke sungai untuk mengangkat enceng gondok yang menumpuk di sekitar tiang jembatan.
Alat berat turut dikerahkan guna mempercepat proses pembersihan material yang sudah memadat.
Kegiatan ini melibatkan puluhan personel dari Koramil Karangbinangun, Koramil Glagah, Polsek setempat, serta tim reaksi cepat BPBD Lamongan.
Partisipasi masyarakat dari Desa Priyoso dan Desa Pasi terlihat sangat antusias dalam kegiatan gotong royong tersebut.
Warga bahu-membahu membantu pengangkatan enceng gondok demi melindungi wilayah mereka dari ancaman banjir.
Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam upaya menjaga keamanan lingkungan.
Kebersamaan ini sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga sungai.
Di sela kegiatan, Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menegaskan bahwa karya bakti ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Ia menyebut Sungai Bengawan Jeru memiliki fungsi penting sebagai jalur drainase utama.
”Jika tidak segera dibersihkan, tumpukan enceng gondok dapat berfungsi seperti bendungan alami. Kondisi tersebut berisiko memicu genangan air di permukiman dan lahan pertanian warga,” terang Dandim
Sementara itu, perwakilan Polres Lamongan menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan mencegah banjir, tetapi juga menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Sungai yang bersih akan menciptakan ekosistem yang lebih sehat.
Hal ini juga berdampak positif bagi kenyamanan dan keselamatan warga sekitar.
BPBD Lamongan turut mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap peningkatan curah hujan.
Warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan penyumbatan di aliran sungai lainnya.
Upaya pencegahan akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,