BOJONEGOROtimes.Id – Inovasi pendidikan melalui penguatan karakter, pembelajaran agama, dan keterampilan berbasis lingkungan mengantarkan Rita Yuana, Kepala SDN Ledokwetan, Kabupaten Bojonegoro, meraih Juara 1 Terbaik Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Jawa Timur 2026 kategori Kepala TK, SD, dan SMP.
Prestasi tersebut diraih berkat sejumlah program unggulan sekolah, di antaranya SMART (Sinergi Membangun Akademik dan Religi Ledokwetan).
Program ini memadukan pembelajaran akademik dengan pendidikan Madrasah Diniyah untuk memudahkan murid memperoleh pendidikan agama di lingkungan sekolah.
Rita menjelaskan, program SMART lahir dari kondisi orang tua murid yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang dan pegawai sehingga memiliki keterbatasan waktu untuk mengantar anak mengaji di luar sekolah.
“Melalui program SMART, kami ingin memberikan kemudahan bagi orang tua sekaligus memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan agama,” jelas Rita.
Kegiatan tersebut didampingi dua ustaz dengan materi meliputi fikih, akidah, baca tulis Al-Qur’an, tajwid, tahfiz, hingga kajian kitab.
Sekolah juga membiasakan murid melaksanakan salat duha, salat zuhur berjamaah, membaca Asmaul Husna, serta memantau perkembangan melalui buku prestasi mengaji dan jurnal salat.
Selain memperkuat karakter murid, Rita mengembangkan komunitas belajar guru sebagai sarana berbagi pengalaman dan meningkatkan kreativitas pembelajaran. Kepala sekolah juga melakukan supervisi akademik dengan pendekatan pendampingan agar guru terus berkembang.
Inovasi lainnya diwujudkan melalui projek kokurikuler berbasis STEAM. Murid diajak mengolah limbah minyak dari pabrik tahu goreng di wilayah Ledok dan minyak jelantah rumah tangga menjadi sabun cuci tangan dengan tambahan bunga telang.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga mampu melihat persoalan di lingkungan sekitar dan menemukan solusi,” tutur Rita.
Menurutnya, projek tersebut melatih kreativitas, berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
Murid juga belajar bahwa limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai guna.
Rita menegaskan, penghargaan GTK Jawa Timur 2026 bukan semata-mata keberhasilan pribadi, melainkan buah kerja sama seluruh warga sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas.
“Prestasi ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Dibutuhkan kolaborasi, kemauan untuk terus belajar, dan keberanian menghadirkan inovasi yang memberikan dampak,” ungkapnya.
Ke depan, ia berharap berbagai inovasi SDN Ledokwetan terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mencetak generasi Bojonegoro yang unggul secara akademik, berkarakter, serta memiliki landasan keagamaan yang kuat. (*)






