BOJONEGOROtimes.Id — Warga Dusun Kandangrejo, RT 01 RW 01, Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan kondisi tiang listrik yang nyaris roboh di jalan lingkungan di kawasan permukiman warga. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat. Meski sudah berulang kali dilaporkan, hingga kini belum ada penanganan dari pihak PLN ULP Babat.
Upaya pelaporan sebenarnya telah dilakukan berulang kali. Pemerintah Desa Cengkir bersama warga sudah menyampaikan aduan resmi melalui aplikasi PLN Mobile. Namun, laporan yang disampaikan melalui layanan digital tersebut belum juga membuahkan hasil.
Tak hanya melalui aplikasi, warga juga berinisiatif menghubungi petugas PLN secara langsung melalui WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, petugas sempat beberapa kali menyampaikan bahwa perbaikan telah masuk agenda kerja dan akan segera dilaksanakan.
Namun, hingga kini, rencana penanganan tersebut belum juga terealisasi. Petugas teknis belum mendatangi lokasi, baik untuk melakukan pengecekan awal maupun perbaikan secara langsung. Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang merasa belum mendapatkan kepastian terkait waktu penanganan.
Kekhawatiran pun terus dirasakan masyarakat setempat. Setiap hari, warga yang tinggal di sekitar lokasi diliputi rasa was-was karena khawatir tiang listrik tersebut sewaktu-waktu roboh.
“Mbuh Mas, wis bolak-balik dilaporno yo gak ditangan-tangani. Padahal kondisine wis miring tenan, kuwatir lek nganti rubuh ngebruki omah utawo ngenai wong liwat (Entahlah Mas, sudah berulang kali dilaporkan, tetapi tidak ditangani juga. Padahal kondisinya sudah sangat miring. Kami khawatir jika sampai roboh dan menimpa rumah atau mengenai orang yang melintas),” keluh Mbak Tun, salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi tiang tersebut, Rabu (4/11/2026).
Warga berharap kondisi tersebut tidak dianggap sepele oleh pihak terkait. Mereka mendesak manajemen PLN ULP Babat segera menerjunkan tim teknis ke Desa Cengkir untuk melakukan pengecekan dan mengambil langkah perbaikan, termasuk memperbaiki posisi tiang listrik tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Masyarakat berharap penanganan segera dilakukan mengingat kondisi tiang listrik tersebut berpotensi membahayakan keselamatan warga maupun pengguna jalan. Jangan sampai persoalan yang sudah berulang kali dilaporkan itu baru mendapat perhatian setelah terjadi insiden atau jatuh korban.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab bagi pihak PLN ULP Babat untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait aduan warga, laporan melalui aplikasi PLN Mobile, serta janji penjadwalan perbaikan yang sebelumnya disampaikan melalui WhatsApp.(Dj)












