PASS ISYA’ di Balen, Wabup Sampaikan Program Prioritas Pemkab Bojonegoro

BOJONEGOROtimes.Id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah membeberkan empat prioritas pembangunan daerah di tengah penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Fokus tersebut meliputi kesehatan, pertanian, infrastruktur, serta pendidikan dan bantuan sosial.

Hal itu disampaikan Nurul Azizah saat menghadiri kegiatan Pasar Murah Setelah Sholat Isya’ (PASS ISYA’) di Masjid Babussalam, Dusun Gampeng, Desa Kedungbondo, Kecamatan Balen, Rabu (4/11/2026).

Dalam sambutannya, Nurul menyebutkan bahwa APBD Bojonegoro tahun ini mengalami penurunan dan diperkirakan kembali berkurang pada 2027.

Kondisi tersebut membuat pembangunan infrastruktur perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat.

“Pembangunan tetap berjalan, tetapi ada beberapa sektor yang menjadi prioritas utama, yakni kesehatan, pertanian, infrastruktur, serta pendidikan dan bantuan sosial,” ungkap Wabup.

Di sektor kesehatan, Nurul menyoroti kebutuhan layanan cuci darah di Bojonegoro.

Saat ini, jumlah pasien yang membutuhkan layanan tersebut mencapai 146 orang setiap hari, sementara kapasitas pelayanan masih terbatas karena ketersediaan alat.

Pemkab Bojonegoro berencana menambah alat cuci darah pada akhir Desember mendatang agar seluruh pasien dapat memperoleh pelayanan di daerah sendiri.

“Harapannya, setelah ada penambahan alat, pasien cuci darah bisa dilayani seluruhnya di Bojonegoro tanpa harus dirujuk ke luar kota,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab juga terus mengembangkan layanan kesehatan jantung gratis dan sejumlah layanan medis lainnya.

Bahkan, Bojonegoro direncanakan memiliki rumah sakit jiwa yang berlokasi di Kecamatan Kalitidu.

Wabup juga menyampaikan bahwa Bojonegoro berhasil meraih penghargaan pelayanan kesehatan peringkat ketiga tingkat nasional.

Sementara di sektor pertanian, pemerintah daerah memprioritaskan pembenahan persoalan pengairan, ketersediaan pupuk, harga hasil panen, bibit, hingga pengendalian hama.

Adapun pembangunan infrastruktur desa tetap didorong melalui program Bantuan Keuangan Desa (BKD).

Untuk sektor pendidikan dan sosial, Pemkab Bojonegoro menyiapkan berbagai bantuan, termasuk penanganan dan perawatan bagi masyarakat terlantar.

Nurul mengungkapkan, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama dirinya juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program beasiswa.

“Dalam setahun, anggaran beasiswa dialokasikan sebesar Rp43 miliar. Saat ini, program tersebut telah diberikan kepada 6.823 anak,” paparnya.

Melalui kegiatan PASS ISYA’, Nurul berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan seluruh instansi terus diperkuat agar program pembangunan dapat berjalan optimal dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kegiatan PASS ISYA’ di Masjid Babussalam tersebut turut dihadiri Ketua MUI Kecamatan, Forkopimcam, Kapolsek, Danramil, Ketua Baznas, Ketua FKUB, Kepala Bakesbangpol, Ketua DMI, Kepala Dinkes, Kasatpol PP, Kepala Dinsos, Kabag Kesra, serta perwakilan BKMM. (Az)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *