Bojonegoro Serap 4.000 Tenaga Kerja pada 2026, Pengangguran Turun Jadi 3,90 Persen

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran.

Sepanjang 2026, sebanyak 4.000 peluang kerja dibuka melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan, termasuk pabrik sepatu PT Shou Fong Lastindo yang membutuhkan 3.000 pekerja.

Upaya ini menjadi bagian dari program prioritas Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Dinperinaker), rekrutmen PT Shou Fong Lastindo menarik 14.250 pendaftar.

Setelah verifikasi, sebanyak 10.333 pelamar dinyatakan memenuhi persyaratan, terdiri dari 5.910 laki-laki dan 4.423 perempuan, termasuk 151 penyandang disabilitas.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan, Pemkab terbuka terhadap investasi, termasuk Penanaman Modal Asing (PMA), selama memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal.

Pemerintah juga mengapresiasi kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai kemampuan masing-masing.

“Dari kuota 3.000 yang dibutuhkan, diharapkan penyerapan tenaga kerja dapat berjalan seimbang serta sesuai dengan kebutuhan operasional perusahaan,” jelas Nurul Azizah saat memantau proses rekrutmen.

Selain industri sepatu, Pemkab Bojonegoro menyiapkan peluang kerja melalui pengembangan pabrik di Babat yang direncanakan menyerap 400 pekerja serta pabrik rokok di Bojonegoro dengan kebutuhan 600 tenaga kerja.

Sebelumnya, kerja sama dengan Pabrik Rokok MPS Dander pada 2025 berhasil menyerap 3.200 pekerja.

Hasil upaya tersebut terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS). Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bojonegoro turun dari 4,63 persen pada 2023 menjadi 4,42 persen pada 2024, lalu mencapai 3,90 persen pada Agustus 2025.

Sementara itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 78,61 persen pada 2025.

Pemkab juga memperkuat kompetensi pencari kerja melalui bursa kerja PEKAN BEJO dan pelatihan berbagai kejuruan, mulai dari bahasa Jepang, operator alat berat, pengelasan, keamanan, hingga barista.

Berdasarkan rekapitulasi Triwulan I 2026 per Mei, sebanyak 239 dari 420 peserta pelatihan telah terserap kerja, atau mencapai 56,90 persen.

Di sektor kewirausahaan, pemerintah memfasilitasi pendaftaran merek usaha secara gratis dan mencatat 919 merek telah terdaftar.

Pembinaan wirausaha muda dan Pemuda Pelopor turut didorong agar generasi produktif mampu membangun usaha sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Pemkab Bojonegoro juga memperluas perlindungan pekerja rentan melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Setelah meraih Juara I Jawa Timur pada Paritrana Award 2024, pemerintah mengalokasikan pagu Universal Coverage Jamsostek (UCJ) sebesar Rp31,3 miliar dalam APBD 2026 untuk mendukung perlindungan pekerja rentan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *