BOJONEGOROtimes.Id – Angka kemiskinan Kabupaten Bojonegoro pada 2026 turun 0,80 poin persentase, dari 11,49 persen menjadi 10,69 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin juga berkurang 9.970 jiwa, dari sebelumnya menjadi 134.930 jiwa.
Capaian tersebut menempatkan Bojonegoro sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan terbaik kelima di Jawa Timur.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro pun menargetkan angka kemiskinan bisa ditekan hingga satu digit.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan capaian tersebut saat memberikan arahan dalam apel pagi di halaman Gedung Putih, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, penurunan ini menunjukkan perbaikan dibandingkan posisi Bojonegoro sebelumnya yang berada di peringkat ke-27 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari program strategis pemerintah daerah dan kerja sama antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
“Menggeser angka kemiskinan yang biasanya hanya turun nol koma sekian persen memerlukan kerja keras. Capaian saat ini memberi bukti bahwa data, fakta, dan kerja keras Bapak/Ibu sekalian sudah mulai terarah dan fokus pada sasaran yang tepat,” ujar Nurul Azizah.
Pemkab Bojonegoro akan terus mengevaluasi program pengentasan kemiskinan agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran.
Sinergi antara kepala daerah, jajaran asisten, dan OPD juga diperkuat untuk menjaga tren penurunan tersebut.
Pemerintah berharap berbagai inovasi yang dijalankan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, BPS mencatat garis kemiskinan Bojonegoro pada Maret 2026 mencapai Rp531.534 per kapita per bulan, naik dari Rp490.299 pada 2025 atau sekitar 8,4 persen.
Garis kemiskinan merupakan batas minimum pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan.
Penduduk dengan rata-rata pengeluaran per kapita di bawah batas tersebut dikategorikan sebagai penduduk miskin. (*)












