BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyiapkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi 1.549 calon penerima dari kelompok desil 1 hingga 5 yang tersebar di 28 kecamatan.
Program ini diarahkan untuk memperkuat usaha masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.
Sebelum bantuan disalurkan, Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro menggelar sosialisasi dan bimbingan bagi calon penerima pada 5–8 Oktober 2026 di Pendopo Malowopati.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan bantuan dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, bukan sekadar memenuhi kebutuhan sesaat.
Kepala Dinas Sosial Bojonegoro Luluk Alifah menegaskan, pendampingan diperlukan agar bantuan memberikan manfaat berkelanjutan.
“Kami membimbing agar bantuan dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dan meningkatkan usaha yang sudah dirintis,” jelasnya.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menyampaikan, penyaluran bantuan harus mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah, terutama di tengah tantangan penurunan penerimaan dari pemerintah pusat dan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.
Karena itu, program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah.
“Walaupun bantuan ini mungkin jumlahnya tidak banyak, kami berharap bisa membantu masyarakat. Dengan kondisi anggaran yang harus dikelola secara bijak, pemerintah fokus pada program prioritas yang manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat,” tutur Nurul.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono meminta penerima menjadikan bantuan sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usaha.
Menurutnya, dana tersebut dapat digunakan membeli perlengkapan usaha, seperti kompor bagi pedagang gorengan, sehingga produktivitas dan pendapatan keluarga meningkat.
“Uange mboten kathah, Bu. Tapi kulo yakin kalau ini kita manfaatkan betul untuk usaha kita, insya Allah iso mbantu dan sama-sama mbarokahi,” kata Wahono.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan bantuan untuk kebutuhan konsumtif.
“Manfaatken uang ini dengan baik untuk menambah, memperbaiki usaha Bapak Ibu sekalian,” pesannya.
Pemkab Bojonegoro berharap bantuan UEP mampu mendorong usaha masyarakat semakin produktif, meningkatkan penghasilan keluarga, serta memperkuat kemandirian ekonomi.
Pengelolaan bantuan secara tepat diharapkan menjadi salah satu langkah berkelanjutan dalam mengurangi kemiskinan di Bojonegoro. (Prokopim)






