Mengenal Lebih Dekat Moch Nasihin “Hantue”: Rekam Jejak, Karier, hingga Kiprah Sosialnya

BOJONEGORO Times.Id  — Setiap perjalanan hidup memiliki cerita. Begitu pula dengan Moch Nasihin, yang akrab disapa “Hantue”. Berasal dari Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, ia dikenal aktif di berbagai lingkungan, mulai dari pendidikan, dunia usaha, organisasi hingga komunitas.

Perjalanannya tidak berhenti pada satu bidang. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 Teknik, Moch Nasihin kembali menempuh pendidikan melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Hukum Universitas Bojonegoro (UNIGORO).

Di tengah proses akademiknya, ia juga menjalani aktivitas usaha melalui CV ALZI PUTRA serta aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas.

Dari Brangkal Menapaki Perjalanan

Desa Brangkal menjadi bagian penting dari perjalanan hidup Moch Nasihin. Dari lingkungan tersebut, ia mengenal nilai kebersamaan, persaudaraan, dan kehidupan bermasyarakat sebelum kemudian melangkah ke ruang yang lebih luas.

Perjalanan itu mempertemukannya dengan berbagai lingkungan dan karakter. Dari setiap pengalaman, ia memperoleh pembelajaran yang ikut membentuk cara pandang dan kepribadiannya.

Terus Belajar

Sebagai lulusan S1 Teknik, Moch Nasihin memiliki latar belakang pendidikan yang membentuk pola pikir sistematis dan berorientasi pada pemecahan masalah.

Namun, ia tidak berhenti pada satu gelar.

Keputusannya melanjutkan pendidikan hukum menunjukkan kemauan untuk terus mengembangkan wawasan.

Perjalanan dari teknik menuju hukum memberikan perspektif yang lebih luas, terutama dalam memahami aturan, hak, kewajiban, dan kehidupan bermasyarakat.
Bagi dirinya, belajar bukan sesuatu yang berhenti ketika seseorang mendapatkan gelar, melainkan proses yang terus berjalan seiring pengalaman hidup.

Menjalani Dunia Usaha

Moch Nasihin juga memiliki aktivitas di dunia usaha melalui CV ALZI PUTRA.

Dunia usaha menjadi ruang untuk mengembangkan pengalaman profesional sekaligus belajar mengenai tanggung jawab, komunikasi, kepercayaan, dan hubungan dengan berbagai pihak.

Nama CV ALZI PUTRA tercatat dalam dokumen publik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam Register SP2D periode Desember 2018, CV ALZI PUTRA tercantum bersama nama Moch. Nasihin dalam dokumen pembayaran pekerjaan peningkatan Jalan Kedungadem–Kesongo Kecamatan Kedungadem.

Jejak tersebut menjadi salah satu catatan administratif yang dapat ditelusuri dalam perjalanan profesionalnya.

Organisasi dan Komunitas

Selain pendidikan dan dunia usaha, Moch Nasihin juga aktif di berbagai lingkungan organisasi dan komunitas, antara lain Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), GRIB Jaya, Komunitas Mobility, dan Komunitas Pajero.

Bagi dirinya, organisasi dan komunitas menjadi ruang untuk membangun persaudaraan, memperluas pergaulan, serta belajar memahami berbagai karakter dan sudut pandang.

Di lingkungan yang beragam, komunikasi dan sikap saling menghargai menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan.

Karakter yang supel dan mudah beradaptasi turut menjadi modal dalam membangun relasi di berbagai lingkungan tersebut.

Hantue”, Panggilan yang Melekat

Di tengah lingkungan pergaulannya, nama “Hantue” menjadi panggilan yang akrab digunakan untuk Moch Nasihin.

Panggilan tersebut telah menjadi bagian dari identitas sosialnya dan melekat dalam berbagai lingkungan pertemanan serta komunitas yang dijalaninya.

Relasi dan Kiprah Sosial

Aktivitas di dunia usaha, organisasi, dan komunitas membuat Moch Nasihin bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang.

IMG 20260817 WA0024

Baginya, relasi bukan semata tentang seberapa banyak orang yang dikenal, tetapi tentang bagaimana membangun komunikasi, menjaga kepercayaan, dan menghargai satu sama lain.
Keterlibatan dalam organisasi dan komunitas juga membuka ruang bagi aktivitas sosial.

Kiprah sosial tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar; hadir dalam kegiatan bersama, membantu menyelesaikan persoalan, serta menjaga semangat kebersamaan juga merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Pendidikan, Usaha, dan Organisasi

Tiga ruang utama dalam perjalanan Moch Nasihin—pendidikan, dunia usaha, serta organisasi dan komunitas—memberikan pengalaman yang saling melengkapi.

Pendidikan memberikan pengetahuan. Dunia usaha memberikan pengalaman profesional. Sementara organisasi dan komunitas memberikan pengalaman sosial serta memperluas persaudaraan.

Semua pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan diri.

Putra Daerah yang Terus Melangkah

Berasal dari Desa Brangkal, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Moch Nasihin terus memperluas langkahnya tanpa meninggalkan akar perjalanan.

Pendidikan terus dijalani, dunia usaha terus dikembangkan, dan relasi melalui organisasi maupun komunitas terus dibangun.

Perjalanan tersebut masih panjang. Masih ada ilmu yang dipelajari, pengalaman yang akan ditemui, serta kontribusi yang dapat diberikan.

Penutup

Pada akhirnya, perjalanan Moch Nasihin “Hantue” bukan sekadar tentang pendidikan, usaha, organisasi, atau komunitas, tetapi tentang proses untuk terus belajar, menjaga persaudaraan, dan memberi manfaat bagi sesama.

Karena yang paling berarti bukan seberapa jauh kita melangkah, tetapi seberapa banyak kebaikan yang kita tinggalkan di sepanjang perjalanan. (Dj)