‎Kuota BBM Dipangkas, ASN Bojonegoro Wajib Gowes Dua Kali Sepekan

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil langkah strategis untuk mengendalikan konsumsi energi menyusul pengetatan kuota BBM tahun 2026.

‎Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari pengaturan yang ditetapkan oleh BPH Migas.

‎Fokus utama diarahkan pada efisiensi penggunaan bahan bakar di semua sektor.

‎Upaya ini juga menjadi bagian dari adaptasi terhadap kebijakan energi nasional.

‎Berdasarkan data dari Dinas ESDM Jawa Timur, alokasi Pertalite mengalami penurunan signifikan sebesar 9 persen.

‎Dari realisasi 2025 sebesar 4,35 juta KL, kini turun menjadi sekitar 3,96 juta KL pada 2026.

‎Sementara itu, alokasi Solar justru mengalami kenaikan tipis sebesar 0,5 persen.

‎Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam pengelolaan konsumsi BBM.

‎Khusus di Kabupaten Bojonegoro, kuota Solar ditetapkan sebesar 64.983 KL dan Pertalite 110.525 KL.

‎Dengan keterbatasan tersebut, Pemkab berupaya memastikan distribusi tetap tepat sasaran.

‎Pengawasan di lapangan juga akan diperketat agar tidak terjadi penyimpangan.

‎Langkah ini penting untuk menjaga ketersediaan BBM hingga akhir tahun.

‎Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menginstruksikan ASN untuk menjadi teladan dalam penghematan energi.

‎Salah satu kebijakan yang didorong adalah program Bike to Work setiap hari Senin dan Jumat.

‎Gerakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM secara bertahap.

‎Selain itu, ASN juga diminta membangun budaya hemat energi di lingkungan kerja.

‎“Sesuai dengan Surat Edaran Bupati, kami mengimbau seluruh ASN untuk menggunakan sepeda saat berangkat kerja setiap hari Senin dan Jumat. Ini bukan sekadar seremoni, tapi aksi nyata untuk memastikan kuota BBM kita cukup hingga akhir tahun,” ujar Nurul Azizah.

‎Pemkab Bojonegoro optimistis langkah ini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih hemat energi.

‎Disiplin ASN dinilai menjadi kunci dalam menggerakkan partisipasi publik. Pemerintah juga terus memantau distribusi BBM agar tetap sesuai peruntukan.

‎Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *