LAMONGAN – Persoalan penumpukan sampah di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan akhirnya mulai tertangani setelah pemerintah daerah bergerak cepat melakukan penanganan.
Kondisi yang sebelumnya memicu keluhan masyarakat kini perlahan menunjukkan perubahan signifikan.
Lingkungan yang sempat kotor dan mengganggu kini mulai terlihat lebih tertata dan bersih.
Hal ini menjadi bukti nyata kesigapan pemerintah dalam merespons laporan warga.
Penanganan dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait dengan turun langsung ke lokasi.
Mereka melakukan pembersihan di berbagai titik yang sebelumnya dipenuhi tumpukan sampah.
Langkah ini diambil setelah banyaknya laporan masyarakat terkait limbah rumah tangga dan aktivitas pasar.
Kondisi tersebut sempat menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Kepala Satpol PP Lamongan, Jarwito, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk tidak membiarkan masalah ini berlarut-larut.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat.
Ia memastikan penanganan akan terus dilakukan secara maksimal.
“Kami ingin persoalan ini segera tuntas. Sampah bukan sekadar kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan kenyamanan warga,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Selain melakukan pembersihan, pengawasan di sejumlah titik rawan juga akan ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Satpol PP juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah.
Kesadaran bersama dinilai menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Peran bersama sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih,” tegas Jarwito.
Warga setempat mengaku merasa lega dengan adanya langkah cepat dari pemerintah tersebut.
Sebelumnya, bau menyengat dari tumpukan sampah sangat mengganggu aktivitas harian, terutama saat cuaca panas.
Kini kondisi lingkungan berangsur membaik dan lebih nyaman untuk beraktivitas.
“Dulu baunya sangat menyengat, sekarang sudah jauh lebih baik,” kata Abdul, warga Sugio.
Aksi pembersihan ini menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Meski demikian, upaya ini diharapkan tidak berhenti hanya sebagai solusi sementara.
Diperlukan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Edukasi kepada masyarakat juga menjadi langkah penting agar kebersihan dapat terjaga dalam jangka panjang. (*)

















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,