BOJONEGOROtimes.Id – Peran perempuan dalam pembangunan daerah kembali diperkuat melalui sinergi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bojonegoro.
Kolaborasi lintas organisasi ini menempatkan perempuan tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga penggerak utama.
Upaya tersebut difokuskan untuk menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan pendidikan di daerah.
Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan di Pendopo Malowopati, Senin (06/04/2026).
Pembina GOW Bojonegoro, Nurul Azizah, menyoroti pentingnya dukungan terhadap program prioritas daerah, khususnya pendidikan.
Ia mengungkapkan masih ada ribuan anak usia sekolah yang belum mengakses pendidikan.
“Target Bapak Bupati di tahun 2026 ini semua anak harus sekolah,” tegasnya.
Para calon kepala sekolah pun dituntut memastikan tidak ada anak yang tertinggal.
Selain pendidikan, perhatian juga diarahkan pada potensi kemarau panjang dan dampak ekonomi global.
Kondisi ini diperkirakan memengaruhi daya beli masyarakat serta kebutuhan energi.
“ASN didorong berhemat energi, termasuk bersepeda setiap hari Senin,” ujar Nurul Azizah.
Langkah lain dilakukan melalui pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan keluarga.
Ketua GOW Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penentu arah pembangunan.
Ia menyebut GOW yang menaungi puluhan organisasi menjadi wadah strategis pemberdayaan perempuan.
“Perempuan bukan hanya pendamping, tetapi juga penggerak pembangunan,” ungkapnya.
Momentum ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan spiritualitas.
Cantika menambahkan, ada tiga fokus utama yang perlu dijalankan bersama oleh seluruh anggota.
Hal tersebut meliputi penguatan solidaritas, peningkatan kapasitas diri, dan kontribusi nyata.
“Tidak ada perempuan hebat yang berjalan sendiri,” ujarnya.
Ia berharap peran perempuan mampu memberi dampak luas bagi masyarakat dan lingkungan. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,