BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmenya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pembangunan Zona Integritas (ZI) tahun 2026.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Gedung Inspektorat dan dipimpin Asisten Administrasi Umum, Senin (6/4/2026).
Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat kesiapan perangkat daerah menuju penilaian nasional.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari dorongan reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
Inspektorat Bojonegoro sebagai Tim Penilai Internal mendampingi dua OPD yang diproyeksikan maju dalam ZI 2026, yakni Dinas Dukcapil dan RSUD Sumberrejo.
Dukcapil yang sebelumnya belum lolos pada 2021 kini dinilai lebih siap setelah berbagai pembenahan.
Sementara RSUD Sumberrejo untuk pertama kalinya mengikuti penilaian dengan kesiapan administrasi dan pelayanan yang dinilai memadai.
Kedua OPD ini diharapkan mampu mengikuti jejak keberhasilan OPD lainnya.
Asisten Administrasi Umum Setda Bojonegoro, Machmuddin, menegaskan pentingnya pelayanan publik yang bebas intervensi.
“Belajar dari pengalaman sebelumnya, secara kelengkapan dokumen saya yakin Dinas Dukcapil sudah siap. Hal yang krusial adalah memastikan layanan publik berjalan murni tanpa ada intervensi pihak luar atau perantara,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa batas pengajuan dokumen ditetapkan pada 31 Mei 2026.
Seluruh OPD diminta menuntaskan dokumen sebelum akhir April agar ada waktu evaluasi.
Inspektur Bojonegoro, Achmad Gunawan, menyebut saat ini terdapat empat OPD yang menjadi motor penggerak WBK.
Dalam rakor tersebut, berbagai kendala teknis dan kesiapan lapangan turut dibahas secara mendalam.
“Kami meminta kedua OPD untuk intens berdiskusi agar kesiapan lebih terukur dalam menghadapi tahapan penilaian,” ujarnya.
Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan peluang lolos pada penilaian nasional.
Kepala Bagian Ortala Setda Bojonegoro, Dyah Enggarini Mukti, menjelaskan bahwa proses evaluasi ZI terdiri dari beberapa tahapan ketat.
Mulai dari pengusulan hingga verifikasi lapangan sebelum penetapan predikat.
Ia menambahkan capaian ZI berpengaruh besar terhadap Indeks Reformasi Birokrasi.
“Target kita adalah semakin banyak OPD yang lolos ZI,” jelasnya, mengingat posisi Bojonegoro saat ini berada di peringkat dua Jawa Timur.
Sementara itu, Irban Inspektorat Rahmat Junaidi menekankan pentingnya perbaikan dokumen dan penyelesaian temuan audit.
Fokus pembenahan juga mencakup inovasi layanan serta pengelolaan aduan masyarakat.
“Persiapan ini harus luar biasa. Fokus pada pembangunan enam area perubahan,” pungkasnya.
Ia menargetkan seluruh kesiapan rampung sebelum pertengahan Mei agar pengusulan berjalan maksimal. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,