BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) menuntaskan penanganan darurat longsor di dua lokasi, yakni Desa Duyungan, Kecamatan Sukosewu dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas.
Langkah cepat ini dilakukan untuk memulihkan aktivitas warga yang sempat terganggu.
Fokus utama penanganan tidak hanya membuka akses, tetapi juga memastikan mobilitas dan ekonomi masyarakat kembali berjalan normal.
Upaya ini menjadi bagian dari respons cepat pascabencana.
Di Desa Duyungan, penanganan dilakukan setelah banjir luapan memicu longsor yang berdampak pada area persawahan dan pemakaman desa.
Tim DPU SDA langsung melakukan intervensi teknis di lapangan menggunakan alat berat.
Normalisasi saluran air atau afvoer dilakukan agar genangan segera surut.
Selain itu, penguatan tanah dilakukan dengan pemasangan cerucuk bambu dan sesek untuk menahan pergeseran tanah.
Sementara itu, penanganan serupa sebelumnya telah dilakukan di Sungai Loro, Desa Sambiroto, pada Februari 2026.
Material longsoran yang menutup akses jalan dan saluran air berhasil dibersihkan menggunakan ekskavator LongArm.
Penguatan tebing sementara juga dilakukan guna mencegah potensi longsor susulan.
Langkah ini terbukti efektif dalam mengurangi risiko kerusakan lanjutan di wilayah tersebut.
Sekretaris DPU SDA Bojonegoro, Jafar Sodiq, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan BBWS Bengawan Solo serta melibatkan BPBD dan masyarakat setempat.
“Normalisasi sungai menjadi prioritas kami untuk menjaga kapasitas aliran tetap optimal, namun peran masyarakat juga sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Ia berharap kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dapat meminimalkan risiko bencana di masa mendatang. (*)













Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,