‎Hadapi Geopolitik Global, Wabup Bojonegoro Tekankan Penghematan Energi dan Anggaran

BOJONEGOROtimes.Id – Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah memimpin apel pagi di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (1/4/2026).

‎Dalam arahannya, ia menyoroti pentingnya efisiensi energi dan anggaran di tengah dinamika global.

‎Kondisi geopolitik dunia disebut berdampak langsung pada stabilitas energi nasional.

‎Pemerintah daerah pun diminta mengambil langkah konkret menghadapi situasi tersebut.

‎“Situasi global seperti konflik antarnegara memengaruhi energi, sehingga daerah perlu melakukan efisiensi,” ujar Nurul Azizah.

‎Ia mendorong penggunaan transportasi umum dan sepeda untuk jarak dekat.

‎Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya penghematan energi di tingkat daerah.

‎ASN diharapkan ikut berperan aktif dalam penerapannya.

‎Selain itu, kebijakan bersepeda setiap hari Senin dilanjutkan apel pagi menjadi salah satu implementasi efisiensi.

‎Terkait sistem kerja, Wabup menegaskan bahwa WFH belum diberlakukan di Bojonegoro.

‎Pemkab masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat.

‎Meski demikian, ASN diminta tetap bekerja efektif dan hemat energi.

‎“WFH belum diperlukan saat ini, namun kita tetap menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat,” tegasnya.

‎Ia juga menyinggung kondisi energi nasional yang dipengaruhi harga minyak dunia.

‎Sementara itu, kelangkaan LPG 3 kg sebelumnya dipicu keterlambatan distribusi akibat cuaca.

‎Hal ini sempat menyebabkan kenaikan harga di atas HET.

‎Sebagai langkah penanganan, Pemkab Bojonegoro mengusulkan tambahan kuota LPG sebesar 10 persen.

‎Selain itu, operasi pasar murah telah digelar di sejumlah kecamatan.

‎Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di masyarakat.

‎Saat ini, Pertamina masih melakukan evaluasi terkait pengajuan tersebut.

‎Wabup juga menegaskan langkah efisiensi di lingkungan OPD, termasuk pemangkasan perjalanan dinas hingga 50 persen.

‎Pengeluaran makan dan minum dibatasi serta penggunaan BBM diperketat.

‎“Langkah ini untuk menjaga ketahanan fiskal daerah sekaligus mendukung kebijakan nasional,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *