LAMONGAN – DPRD Kabupaten Lamongan menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025, Senin (30/03/2026).
Rapat berlangsung di ruang paripurna DPRD Lamongan dan dihadiri jajaran Forkopimda serta para anggota dewan.
Momentum ini menjadi ajang evaluasi kinerja pemerintah daerah selama satu tahun terakhir.
Sekaligus memaparkan capaian pembangunan dan arah kebijakan ke depan.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, dalam sambutannya menegaskan bahwa tahun 2025 penuh dinamika global dan nasional.
Namun, berbagai tantangan tersebut mampu dikelola dengan baik melalui sinergi seluruh elemen.
“Pembangunan daerah tetap berjalan on the track dan mampu menghasilkan capaian positif,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi pelayanan publik.
Dalam paparannya, Bupati yang akrab disapa Yes itu menjelaskan visi pembangunan Lamongan 2025–2029.
Yakni “Kejayaan Lamongan yang Berkelanjutan” yang dijabarkan dalam lima misi strategis.
Mulai dari pertumbuhan ekonomi inklusif hingga reformasi birokrasi berbasis digital.
Semua diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
Secara geografis, Lamongan memiliki luas wilayah 1.752,21 km² dengan 27 kecamatan.
Jumlah penduduk mencapai 1,37 juta jiwa dengan dominasi usia produktif sebesar 69,41 persen.
Kondisi ini menjadi modal besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Didukung pula oleh hampir 15 ribu ASN yang menjalankan roda pemerintahan.
Dari sisi keuangan, kinerja APBD 2025 menunjukkan hasil yang sangat baik.
Pendapatan daerah terealisasi 99,36 persen dari target yang ditetapkan.
Belanja daerah juga berjalan optimal dengan realisasi mencapai lebih dari 3,1 triliun rupiah.
Hal ini mencerminkan pengelolaan fiskal yang efektif, efisien, dan akuntabel.
Berbagai indikator makro turut menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025.
Pertumbuhan ekonomi Lamongan mencapai 5,40 persen, melampaui rata-rata provinsi dan nasional.
“Ini bukti kerja keras bersama dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan,” kata Bupati Yes.
Sementara angka kemiskinan turun menjadi 12,03 persen dan IPM naik menjadi 76,81.
Tak hanya itu, sektor riil juga menunjukkan performa menggembirakan.
Pertanian tumbuh 4,81 persen, perdagangan 4,06 persen, dan industri pengolahan 9,25 persen.
Realisasi investasi mencapai Rp2,55 triliun, memperkuat struktur ekonomi daerah.
Sektor pariwisata pun ikut mengalami peningkatan signifikan.
Dalam bidang sosial, kualitas kehidupan masyarakat Lamongan juga terus meningkat.
Indeks kesalehan sosial mencapai 89,88 dan indeks toleransi berada di angka 90,75.
Hal ini mencerminkan harmonisasi kehidupan masyarakat yang semakin kuat.
“Ini menjadi fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, berbagai program prioritas juga menunjukkan hasil nyata.
Program kesehatan telah menjangkau ratusan ribu warga melalui layanan gratis.
Di sektor pendidikan, ribuan siswa menerima beasiswa dari jenjang SD hingga S2.
Program ini turut berkontribusi pada penurunan angka stunting hingga 4,06 persen.
Lamongan juga mencatat prestasi sebagai produsen padi terbesar di Jawa Timur.
Produksi padi mencapai lebih dari 1,3 juta ton sepanjang tahun 2025.
Selain itu, sektor jagung, tebu, dan perikanan juga menunjukkan hasil melimpah.
“Ketahanan pangan menjadi kekuatan utama daerah,” tegas Yuhronur.
Namun di balik capaian tersebut, masih ada tantangan yang harus dihadapi.
Salah satunya adalah bencana banjir yang melanda lima kecamatan.
Sebanyak 44 desa terdampak dengan ribuan rumah dan lahan pertanian terendam.
Pemerintah terus melakukan penanganan melalui pompa air dan koordinasi lintas instansi.
Selain banjir, perbaikan infrastruktur jalan juga menjadi prioritas utama.
Melalui program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (JAMULA), kemantapan jalan mencapai 60,21 persen.
Pembangunan dan perbaikan jalan akan terus dilanjutkan pada tahun berikutnya.
Termasuk melalui skema pembiayaan alternatif untuk percepatan pembangunan.
Di akhir penyampaiannya, Bupati Lamongan menyampaikan apresiasi kepada DPRD dan seluruh pihak.
Ia menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi dan kolaborasi adalah kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Rapat paripurna pun ditutup dengan harapan Lamongan semakin maju dan berkelanjutan. (Az)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,