‎Golkar Bojonegoro Siap ‘Bedah Total’ LKPJ 2025, Soroti Kinerja OPD

BOJONEGOROtimes.Id – Menjelang dimulainya pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD Bojonegoro, suasana politik mulai menunjukkan dinamika yang cukup tinggi.

‎Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (25/03/2026) ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, khususnya partai politik.

‎Salah satu yang langsung bergerak cepat adalah Partai Golkar Bojonegoro dengan memperkuat fungsi pengawasan.

‎Langkah ini dinilai sebagai bentuk komitmen dalam memastikan jalannya pemerintahan tetap berada pada koridor yang tepat.

‎Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, memberikan instruksi tegas kepada seluruh anggota Fraksi Golkar di DPRD.

‎Ia meminta agar pembahasan LKPJ tidak hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa makna yang mendalam.

‎Menurutnya, dokumen tersebut harus dikaji secara komprehensif untuk melihat efektivitas penggunaan anggaran.

‎Dengan begitu, hasil evaluasi benar-benar dapat mencerminkan kondisi riil di lapangan.

‎Ia menekankan pentingnya menelusuri setiap program secara rinci, mulai dari indikator hingga capaian yang telah direalisasikan.

‎Evaluasi tidak cukup hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi juga harus melihat implementasi nyata.

‎Pendekatan ini diyakini mampu mengungkap sejauh mana program memberi manfaat bagi masyarakat.

‎“Pembahasan harus detail, tidak sekadar melihat laporan, tetapi memastikan program benar-benar berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.

‎Selain itu, Ahmad Supriyanto juga mengingatkan kemungkinan adanya program yang tidak berjalan optimal.

‎Program yang dinilai gagal harus diidentifikasi secara jelas, termasuk faktor penyebabnya.

‎Hal ini penting agar ke depan tidak terjadi kesalahan yang sama dalam perencanaan maupun pelaksanaan.

‎“Jika ada program yang tidak maksimal, harus diungkap apakah karena perencanaan atau pelaksanaan yang lemah,” tegasnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa program yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat perlu ditinjau ulang.

‎Menurutnya, anggaran daerah harus difokuskan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata.

‎Program yang tidak efektif dinilai hanya akan membebani keuangan daerah tanpa hasil signifikan.

‎“Program yang tidak berdampak harus dievaluasi serius, bahkan bila perlu dihentikan,” katanya.

‎Tak hanya soal program, Golkar juga menyoroti pentingnya penataan birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.

‎Ahmad Supriyanto meminta kepala daerah berani mengambil langkah strategis terhadap pejabat yang tidak optimal.

‎Hal ini dinilai penting untuk menjaga kinerja pemerintahan tetap selaras dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.

‎“Pejabat yang tidak sejalan atau tidak serius bekerja harus dievaluasi, bahkan bisa diganti,” ujarnya.

‎Langkah tegas tersebut diharapkan mampu memaksimalkan sisa masa pemerintahan yang ada saat ini.

‎Dengan kinerja birokrasi yang lebih solid, program prioritas daerah dapat direalisasikan secara optimal.

‎Golkar menilai pengelolaan anggaran harus tepat sasaran dan tidak terbuang sia-sia.

‎Fokus utama tetap pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

‎Dengan instruksi evaluasi menyeluruh yang telah disiapkan, pembahasan LKPJ di DPRD diprediksi berlangsung dinamis.

‎Fraksi Golkar disebut akan membawa data dan analisis mendalam sebagai bahan dalam forum resmi.

‎Hal ini menunjukkan keseriusan partai dalam menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintahan daerah.

‎Pembahasan LKPJ kali ini pun diharapkan menghasilkan rekomendasi yang lebih tajam dan konstruktif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *