Perang Sarung Digerebek, Polsek Babat Lamongan Sita Barang Bukti dan 4 Motor

LAMONGAN – Aparat Kepolisian Sektor Babat bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan aksi perang sarung di Jalan Bulak Sari, Desa Sogo, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

‎Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu dini hari (21/02/2026) sekitar pukul 00.15 WIB.

‎Kegiatan para remaja itu dinilai meresahkan warga sekitar, terlebih di bulan suci Ramadhan.

‎Petugas pun segera mendatangi lokasi setelah menerima aduan dari masyarakat.

‎Kapolsek Babat Kompol Chakim Amrullah, S.H. bersama anggota langsung menuju titik yang dicurigai menjadi tempat berkumpulnya para pemuda.

‎Kehadiran mobil patroli membuat para remaja yang berada di lokasi berhamburan melarikan diri.

‎Mereka meninggalkan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

‎Situasi pun berhasil dikendalikan tanpa adanya bentrokan lanjutan.

‎Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan dua sarung yang telah dimodifikasi dengan isian batu.

‎Selain itu, empat sepeda motor turut diamankan sebagai barang bukti.

‎Kendaraan tersebut di antaranya Honda CBR 150, Honda GTR 150, Honda Vario tanpa pelat nomor, serta Honda CRF tanpa pelat nomor.

‎Seluruh barang bukti langsung dibawa ke Mapolsek Babat untuk proses lebih lanjut.

‎Salah satu remaja yang diduga terlibat diketahui berinisial AK (17), seorang pelajar asal Kecamatan Babat.

‎Petugas masih melakukan pendalaman terkait keterlibatan pihak lain dalam kejadian tersebut.

‎Langkah ini dilakukan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

‎Polisi juga berkoordinasi dengan orang tua serta pihak terkait untuk pembinaan lebih lanjut.

‎Di tempat terpisah, Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd mengimbau masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya selama bulan Ramadhan.

‎Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mencegah keterlibatan remaja pada aktivitas negatif.

‎“Memasuki bulan suci Ramadhan, kami mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya agar tidak terlibat perang sarung, balap liar, maupun kegiatan yang mengganggu ketertiban umum,” ujarnya.

‎Menurutnya, Ramadhan seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah dan aktivitas positif yang bermanfaat.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah proaktif melaporkan kejadian tersebut.

‎“Kami berterima kasih atas partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing,” tutupnya.

‎Sinergi antara masyarakat dan kepolisian diharapkan terus terjalin dengan baik.

‎Dengan demikian, situasi kamtibmas selama Ramadhan dapat tetap aman dan kondusif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *