Tiga Bulan Terendam, Lamongan Dapat Tambahan Pompa Air Raksasa dari BNPB

LAMONGAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan perhatian serius terhadap banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan selama hampir tiga bulan.

‎Kondisi tersebut mendorong pemerintah pusat mengambil langkah percepatan penanganan.

‎Salah satunya dengan menambah unit pompa air berkapasitas besar.

‎Upaya ini ditujukan untuk mempercepat proses penyusutan genangan di area permukiman dan pertanian.

‎Kunjungan kerja Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan dilakukan untuk memastikan langkah penanganan berjalan optimal.

‎Ia hadir bersama Komandan Kodim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.

‎Rombongan juga didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Lamongan. Mereka meninjau langsung sejumlah titik terdampak banjir.

‎Agenda diawali dengan pemaparan kondisi terkini oleh Bupati Lamongan di Guest House Pemkab.

‎Dalam forum tersebut dibahas strategi terpadu antara pemerintah daerah dan instansi terkait.

‎Koordinasi lintas sektor dinilai penting agar percepatan surutnya air dapat segera terwujud.

‎Sinergi pusat dan daerah menjadi fokus utama dalam penanganan darurat ini.

‎Setelah rapat koordinasi, rombongan bergerak menuju Dusun Mluke, Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket.

‎Di lokasi tersebut dilakukan penyerahan bantuan sembako secara simbolis kepada warga terdampak.

‎Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian pemerintah dan TNI terhadap masyarakat yang terdampak banjir berkepanjangan.

‎Warga menyambut kedatangan rombongan dengan penuh harapan.

‎Peninjauan kemudian dilanjutkan ke pintu air dan rumah pompa di Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah.

‎Di titik ini, pengecekan difokuskan pada kinerja mesin pompa air.

‎Langkah tersebut dilakukan guna memastikan debit air dapat dialirkan maksimal ke sungai.

‎Optimalisasi pompa menjadi kunci percepatan pengurangan genangan.

‎Komandan Kodim 0812/Lamongan menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung penanganan banjir.

‎Ia menyampaikan bahwa personel TNI akan terus disiagakan di wilayah rawan terdampak.

‎“Kami bersama Pemkab dan BPBD terus bersinergi. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga serta percepatan pemulihan infrastruktur,” ujar Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo.

‎Ia juga menambahkan bahwa optimalisasi pompa air diharapkan mampu mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat.

‎Menurutnya, percepatan penanganan sangat penting agar roda perekonomian kembali berjalan normal.

‎Dukungan lintas instansi menjadi kekuatan utama dalam situasi darurat ini. TNI siap membantu hingga kondisi benar-benar pulih.

‎Sementara itu, Deputi BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengapresiasi langkah cepat Forkopimda Lamongan.

‎Ia menilai koordinasi yang terjalin menunjukkan manajemen tanggap darurat yang solid.

‎“Penanganan bencana harus dilakukan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah agar hasilnya maksimal,” tegasnya.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Lamongan Drs. Moh. Nalikan, MM., serta Kalaksa BPBD Moch. Naim.

‎Hadir pula sejumlah kepala dinas terkait seperti PU SDA, Bina Marga, Ketahanan Pangan, Sosial, dan Perikanan.

‎Jajaran Muspika Kecamatan Deket dan Glagah juga ikut mendampingi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

‎Komitmen bersama ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Lamongan yang tangguh menghadapi bencana.

‎Pemerintah daerah berharap langkah percepatan ini dapat segera mengakhiri dampak banjir berkepanjangan.

‎Sinergi antara BNPB, TNI, dan Pemkab menjadi fondasi utama. Semangat “Lamongan Megilan Berhasil” terus digaungkan dalam setiap penanganan krisis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed