Rakor Muspika Babat Lamongan dan KAI Bahas Pengamanan Perlintasan Kereta di Datinawong

LAMONGAN – Isu keselamatan di perlintasan sebidang kereta api kembali menjadi perhatian serius jajaran Muspika Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

‎Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) terkait rencana pembukaan sekaligus pengamanan palang pintu rel kereta api di Dusun Dati, Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Lamongan, Jumat (20/02/2026).

‎Pertemuan ini digelar guna mencari solusi terbaik demi keselamatan masyarakat.

‎Semua pihak sepakat bahwa aspek keamanan harus menjadi prioritas utama.

‎Rakor tersebut menghadirkan unsur Forkopimka, perwakilan PT KAI, serta anggota legislatif untuk membahas langkah teknis dan sistem pengawasan di lokasi perlintasan.

‎Kehadiran Batuud Koramil 0812/10 Babat, Peltu Akram, mewakili Danramil menunjukkan dukungan penuh TNI terhadap keselamatan publik.

‎Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan.

‎Selain itu, akses warga juga tetap diperhatikan agar mobilitas tidak terganggu.

‎Camat Babat, Noman Krisna Martha Sena, S.STP., M.M., menegaskan bahwa pembahasan ini bertujuan mencari titik temu antara kebutuhan akses warga dan standar keselamatan perkeretaapian.

‎“Kami ingin akses masyarakat tetap terbuka, namun harus memenuhi standar keamanan operasional yang berlaku,” ujarnya.

‎Ia menambahkan bahwa keputusan yang diambil akan mempertimbangkan kajian teknis dari PT KAI.

‎Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kecamatan dalam melindungi masyarakat.

‎Dari pihak PT KAI, Kolonel Laut Mulyahati selaku Kepala Manajer Keamanan menekankan pentingnya penerapan sistem palang pintu yang sesuai regulasi.

‎Ia menyebutkan bahwa pengawasan dan penjagaan harus berjalan disiplin untuk menghindari potensi kecelakaan.

‎“Standarisasi dan kedisiplinan petugas menjadi kunci utama dalam pengamanan perlintasan,” tegasnya.

‎Hal ini sekaligus memastikan operasional kereta api tetap aman dan lancar.

Sementara itu, Peltu Akram menyatakan kesiapan Koramil Babat dalam mendukung sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

‎Menurutnya, edukasi kepada warga menjadi faktor penting meskipun nantinya telah tersedia palang pintu resmi.

‎“Kami siap membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar selalu waspada saat melintasi rel kereta api,” ungkapnya.

‎Ia menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

‎Sinergi aparat dan warga dinilai sangat menentukan keberhasilan program ini.

‎Rapat koordinasi tersebut berlangsung tertib dan menghasilkan kesepahaman bersama terkait mekanisme operasional serta sistem pengawasan palang pintu.

‎Pemerintah desa bersama Muspika dan PT KAI sepakat untuk mengutamakan prinsip “Safety First” dalam setiap langkah yang diambil.

‎Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan risiko kecelakaan dapat ditekan secara maksimal.

‎Sekaligus, kebutuhan mobilitas dan aktivitas ekonomi warga Dusun Dati tetap berjalan dengan aman dan terkendali. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *