Anggrek Langka di Bojonegoro, 27 Dendrobium capra Larat Hijau di Hutan Jati

BOJONEGOROtimes.Id – Upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Kabupaten Bojonegoro kembali diperkuat melalui ekspedisi pencarian Anggrek Larat Hijau (Dendrobium capra) pada 14–15 Februari 2026.

‎Kegiatan ini menyasar kawasan hutan jati di RPH Sukun, RPH Dodol, serta area makam dekat Terminal Betek, Kecamatan Gondang.

‎Ekspedisi diprakarsai Tim Pendamping Teknis Geopark Bojonegoro bersama LPPM dan Prodi Ilmu Lingkungan Unigoro.

‎Sejumlah kampus, pelajar, komunitas, dan masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan kolaboratif tersebut.

‎Hasil pencarian melampaui perkiraan awal tim.

‎Sebanyak 27 individu Dendrobium capra berhasil ditemukan, terdiri dari 7 individu di area makam Terminal Betek dan 20 individu di RPH Dodol.

‎Temuan ini memperkuat dugaan bahwa hutan jati Bojonegoro masih menjadi habitat potensial anggrek langka tersebut.

‎Keberhasilan ini sekaligus menjadi kabar baik bagi penguatan Geopark Bojonegoro.

‎Akademisi penggiat konservasi geopark, Dr. Laily Agustina Rahmawati, menyebut capaian tersebut sebagai sinyal positif bagi pelestarian hayati daerah.

‎“Jumlah ini jauh melampaui perkiraan kami. Ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa alam Bojonegoro masih menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa dan layak diperjuangkan,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, kelestarian anggrek sangat bergantung pada keberadaan pohon jati tua sebagai habitat alami.

‎Di RPH Dodol, sebagian tegakan jati bahkan diperkirakan telah berusia sekitar satu abad.

‎Meski demikian, status kawasan sebagai hutan produksi menjadi tantangan tersendiri dalam upaya perlindungan jangka panjang.

‎Karena itu, diperlukan sinergi dengan Perhutani guna merumuskan langkah strategis pelestarian.

‎“Untuk kepentingan UNESCO Global Geopark (UGGp), sebaiknya lokasi di RPH Dodol yang kemarin ditemukan 20 individu dapat ditetapkan sebagai area konservasi,” tambahnya.

‎Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan spesies langka sekaligus memperkuat komitmen lingkungan Bojonegoro.

‎Ekspedisi ini diharapkan menjadi awal gerakan bersama dalam menjaga kekayaan hayati daerah.

‎Perlindungan terhadap Dendrobium capra tidak hanya menyelamatkan satu spesies, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem.

‎Keanekaragaman hayati menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan Geopark Bojonegoro menuju pengakuan global.

‎Dengan kolaborasi berkelanjutan, Bojonegoro optimistis dapat merawat alam sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed