Rukyatul Hilal di Bukit Wonocolo Bojonegoro Berlangsung Khidmat, Hasil Diserahkan ke Pemerintah Pusat

BOJONEGOROtimes.Id – Pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi digelar di Bukit Rumah Singgah Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Selasa sore (17/2/2026).

‎Kegiatan ini diinisiasi Badan Hisab dan Rukyat Kabupaten Bojonegoro dengan diikuti sekitar 70 peserta dari berbagai unsur.

‎Hadir perwakilan pemerintah daerah, Kemenag, TNI-Polri, tokoh agama, mahasiswa, hingga masyarakat setempat.

‎Suasana berlangsung khidmat sebagai bagian dari ikhtiar menyambut bulan suci Ramadhan.

‎Rangkaian acara diawali pembukaan, doa, serta laporan Kepala Kemenag Bojonegoro dan sambutan Bupati yang diwakili Kabag Kesra.

‎Dalam sambutannya, ia mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam mendukung pelaksanaan rukyatul hilal.

‎“Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

‎Ia juga mengajak masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab.

‎Sekretaris Falakiyah PCNU Bojonegoro memaparkan kondisi astronomis berdasarkan perhitungan hisab.

‎Ia menjelaskan posisi hilal saat matahari terbenam masih berada di bawah ufuk dan belum memenuhi kriteria MABIMS.

‎“Hasil pengamatan dari berbagai daerah akan dibahas dalam sidang isbat pemerintah pusat,” jelasnya.

‎Keputusan resmi awal Ramadhan nantinya ditetapkan berdasarkan hasil sidang tersebut.

‎Usai pemaparan, peserta melakukan pengamatan langsung hingga pukul 18.10 WIB.

‎Pengamanan dilakukan personel gabungan dari Polsek Kedewan, Koramil 0813/23, dan Trantib Kecamatan.

‎Kapolsek Kedewan AKP Edy Priyono memastikan seluruh rangkaian berjalan tertib dan kondusif.

‎“Alhamdulillah kegiatan rukyatul hilal berlangsung aman dan lancar,” tegasnya.

‎Kegiatan rukyatul hilal ini menjadi bagian penting dalam penentuan awal bulan Ramadhan secara syar’i.

‎Pengamatan dilakukan setelah matahari terbenam sebagai dasar penetapan awal puasa umat Islam.

‎Sinergi pemerintah, tokoh agama, dan aparat keamanan menunjukkan komitmen bersama menjaga kekhidmatan proses ini.

‎Masyarakat pun kini menantikan pengumuman resmi pemerintah terkait awal Ramadhan 1447 Hijriah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *