SAKIP Bojonegoro Naik Tajam, Pelayanan Publik Makin Ngebut

BOJONEGOROtimes.Id – Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Kabupaten Bojonegoro meningkat signifikan pada 2025.

‎Angkanya naik 4,36 poin dari 74,02 pada 2024 menjadi 78,38 dengan predikat BB.

‎Kenaikan ini menunjukkan perbaikan kualitas perencanaan hingga evaluasi kinerja berbasis hasil.

‎Tren positif tersebut memperkuat tata kelola pemerintahan yang semakin terukur.

‎Capaian ini merupakan hasil evaluasi SAKIP, Indeks Reformasi Birokrasi, Zona Integritas, Indeks Pelayanan Publik, serta penilaian maladministrasi.

‎Seluruh indikator memperlihatkan arah perbaikan yang konsisten.

‎Pemerintah daerah dinilai makin mampu menyelaraskan program dengan kebutuhan masyarakat.

‎Akuntabilitas pun semakin nyata dalam pelaksanaan kegiatan.

‎“Hal ini sekaligus mencerminkan penguatan keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program atau kegiatan secara lebih akuntabel dan terukur,” jelas Kabag Organisasi Setda Bojonegoro, Dyah Enggarini Mukti.

‎Ia menegaskan peningkatan tersebut bukan kerja singkat. Upaya pembenahan dilakukan berkelanjutan di seluruh perangkat daerah.

‎Hasilnya mulai terlihat pada berbagai indeks penilaian nasional.

‎Indeks Reformasi Birokrasi sementara juga naik dibanding tahun sebelumnya. Dari 82,84 pada 2024 meningkat menjadi 85,79 pada 2025.

‎Angka ini menandakan reformasi yang dijalankan memberi dampak nyata. Terutama dalam tata kelola, kualitas layanan, dan budaya kerja aparatur.

‎Performa pelayanan publik turut menguat melalui capaian IPP 2025. Bojonegoro meraih predikat A atau pelayanan prima dengan nilai 4,68.

‎Posisi ini menempatkan Bojonegoro di peringkat kedua dari 29 kabupaten/kota di Jawa Timur.

‎Hasil tersebut menjadi bukti keseriusan peningkatan mutu layanan.

‎Pada tahun yang sama, capaian Zona Integritas kembali diraih. Empat perangkat daerah memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.

‎Mereka adalah Dinas Perhubungan, RSUD dr Sosodoro Djatikoesoemo, DPMPTSP, serta RSUD Padangan. Penghargaan ini diberikan oleh Kementerian PANRB.

‎Penguatan akuntabilitas juga terlihat dari penilaian Ombudsman RI. Bojonegoro meraih kualitas tertinggi nasional dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik.

‎Rangkaian prestasi ini merupakan buah sinergi seluruh perangkat daerah. Kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah dinilai konsisten mendorong perubahan.

‎Ke depan, capaian tersebut diharapkan menjadi pemicu inovasi baru. Pemerintah daerah ingin menjaga efektivitas dan efisiensi kerja.

‎Akuntabilitas tetap menjadi fondasi utama dalam pelayanan. Masyarakat pun diharapkan merasakan manfaat yang semakin besar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *