BOJONEGOROtimes.Id – RSUD Padangan terus berbenah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih modern. Rumah sakit milik Pemkab Bojonegoro itu menitikberatkan pembaruan pada sistem digital.
Langkah ini ditempuh guna menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat. Sekaligus menjawab kebutuhan pasien yang menginginkan proses serba cepat.
Salah satu terobosan yang dijalankan ialah inovasi Rajal Cermat Plus. Program ini menata ulang alur rawat jalan agar lebih ringkas dan efektif.
Pemisahan depo farmasi rawat jalan dan inap ikut diterapkan. Hasilnya, antrean pasien berkurang cukup signifikan.
Sebelum sistem baru berjalan, pasien bisa menunggu lebih dari lima jam. Sejak digitalisasi diterapkan, durasinya turun menjadi sekitar dua jam.
Perubahan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Efisiensi waktu menjadi nilai utama yang ditawarkan.
“Fokus kami adalah menghadirkan layanan cepat dan tepat melalui pendaftaran online, rekam medis elektronik, hingga resep digital,” ujar Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari.
Ia menegaskan integrasi teknologi membuat koordinasi antarunit makin lancar. Pasien pun tidak perlu berlama-lama di rumah sakit.
Semua proses dirancang lebih praktis.
Melalui sistem tersebut, warga dapat mendaftar dari rumah. Kedatangan bisa disesuaikan dengan jadwal dokter.
Data pasien tercatat otomatis sehingga pelayanan lebih akurat. Pengambilan obat pun berlangsung lebih tertib.
Percepatan pelayanan turut diiringi pembangunan Zona Integritas. RSUD Padangan ingin memastikan layanan yang cepat juga bersih.
Seluruh pegawai telah menandatangani Pakta Integritas. Budaya kerja SIGAP diterapkan dalam aktivitas harian.
Untuk menjaga transparansi, rumah sakit membuka kanal aduan digital. Tersedia barcode pelaporan gratifikasi bagi masyarakat.
Selain itu ada Whistleblowing System yang melindungi identitas pelapor. Upaya ini memperkuat kepercayaan publik.
“Zona Integritas menjadi bukti keseriusan kami membangun lingkungan kerja yang jujur dan disiplin,” tambah dr. Ratih.
Menurutnya, perubahan budaya kerja mulai terlihat nyata. Kinerja pegawai semakin baik dari waktu ke waktu. Kepercayaan masyarakat pun meningkat.
Setelah meraih predikat WBK, RSUD Padangan membidik capaian lebih tinggi. Target berikutnya adalah Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Manajemen berkomitmen mempertahankan pelayanan profesional.
Peningkatan kualitas akan terus dilakukan.
“Kami ingin masyarakat merasakan layanan yang ramah, jujur, dan bebas pungutan liar,” tutupnya.
Ia berharap inovasi yang dijalankan membawa manfaat luas. Terutama bagi pasien yang membutuhkan kepastian layanan.
RSUD Padangan pun optimistis menjadi rumah sakit rujukan yang terpercaya. (*)















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,