BOJONEGOROtimes.Id – Edukasi seksual komprehensif dinilai menjadi benteng penting bagi generasi muda Bojonegoro di tengah derasnya paparan informasi digital.
Isu ini mengemuka dalam talkshow yang digelar oleh Pemkab Bojonegoro Jumat (13/02/2026) dan dipandu oleh penyiar Lia Yunita.
Kegiatan tersebut menghadirkan dr Lucky Imroah dari Dinas Kesehatan serta Hayyin Mubarok, psikolog RS Aisyiyah Bojonegoro.
Keduanya menekankan pentingnya pemahaman yang benar sejak dini.
Melalui pengetahuan yang tepat, remaja diharapkan mampu menjaga diri serta membuat keputusan yang sehat.
Dalam diskusi dijelaskan bahwa pendidikan seksual membantu remaja memahami perubahan fisik maupun emosional secara wajar.
Bekal ini juga penting agar mereka mampu menghargai tubuh serta mengenali batasan pribadi.
Selain itu, pemahaman yang benar dinilai efektif menekan risiko pernikahan usia anak, kekerasan seksual, hingga penularan penyakit.
“Edukasi seksual bukan mengajarkan hal negatif, tetapi tentang kesehatan, perlindungan diri, dan tanggung jawab terhadap tubuh,” tegas dr Lucky.
Ia menerangkan bahwa materi harus diberikan bertahap sesuai usia.
Anak dapat mulai dikenalkan pada bagian tubuh, kebersihan diri, hingga relasi yang sehat seiring pertumbuhan mereka.
Peran sekolah dan tenaga kesehatan pun sangat strategis dalam menghadirkan informasi ilmiah yang dapat dipercaya.
“Dengan informasi yang benar, remaja punya pegangan kuat menghadapi perkembangan zaman,” jelasnya.
Sementara itu, psikolog Hayyin Mubarok menyoroti arti penting komunikasi hangat di dalam keluarga.
Orang tua disebut sebagai sumber utama pendidikan yang paling dekat dengan anak.
Keterbukaan membuat anak tidak ragu bercerita ataupun bertanya ketika menghadapi persoalan.
“Anak yang merasa dihargai akan lebih percaya diri menyampaikan masalahnya,” ujarnya.
Menurut Hayyin, dari rumah pula nilai tanggung jawab, penghormatan terhadap diri, dan keberanian menolak hal berisiko dapat ditanamkan.
Pendampingan tersebut membantu anak tidak mencari jawaban dari sumber yang keliru.
Sinergi keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan diharapkan menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang remaja.
“Jika masa remaja diisi hal positif, masa depan akan cerah. Jika hari ini gelap, kita menyiapkan kegelapan esok,” pungkasnya. (*)














Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,