JAKARTA – Kementerian PANRB menggelar SAKIP dan Zona Integritas Awards 2025 sebagai bentuk apresiasi bagi instansi yang berhasil membangun akuntabilitas dan integritas, Rabu (11/2/2926).
Kegiatan bertema Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045 ini berlangsung hybrid.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran OPD mengikuti acara secara virtual.
Ajang ini menjadi tahap akhir evaluasi penerapan SAKIP serta pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM.
Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan reformasi birokrasi adalah fondasi memperkuat kapasitas negara.
Birokrasi dituntut semakin responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pelayanan publik yang baik akan meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah.
“Kualitas reformasi birokrasi tidak hanya diukur dari efektivitas anggaran, tetapi juga dari pelayanan yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Pada 2025, Kementerian PANRB mengevaluasi 94 kementerian/lembaga, 38 provinsi, dan 507 kabupaten/kota.
Mayoritas instansi memperoleh predikat minimal baik dalam implementasi SAKIP.
Sebanyak 3 instansi meraih AA, 31 A, 145 BB, dan 399 B.
Nilai rata-rata kabupaten/kota mencapai 64,89, sedangkan kementerian/lembaga 73,61.
Dalam penilaian Zona Integritas, Tim Penilai Nasional memeriksa 297 instansi pemerintah.
Hasilnya, 204 unit kerja mendapat predikat WBK. Sebanyak 108 unit lainnya berhasil meraih predikat menuju WBBM.
Program ini diarahkan untuk membangun budaya bersih sekaligus meningkatkan mutu layanan publik.
Direktur RSUD Padangan dr. Ratih Wulandari menyatakan pihaknya fokus mendorong digitalisasi pelayanan.
Langkah ini dilakukan demi menghadirkan excellent service bagi masyarakat.
Salah satu inovasi andalan yang diterapkan ialah Rajal Cermat Plus. Program ini membuat proses rawat jalan menjadi lebih cepat dan efisien.
Melalui sistem tersebut, pasien memanfaatkan pendaftaran online, rekam medis elektronik, dan resep digital.
Pengunjung tidak perlu datang terlalu awal untuk mengantre. Mereka cukup hadir mendekati jadwal pemeriksaan dokter.
Perubahan ini memangkas waktu tunggu secara signifikan.
“Sebelum inovasi, rata-rata layanan mencapai 5 jam 32 menit, sekarang turun menjadi 2 jam 11 menit,” jelas dr. Ratih.
Ia menyebut efisiensi tersebut berdampak langsung pada kenyamanan pasien. Produktivitas tenaga kesehatan juga ikut meningkat. Pelayanan menjadi lebih tertata dan transparan.
Pembangunan Zona Integritas, lanjutnya, dimulai dari komitmen seluruh pegawai. Pakta integritas ditandatangani sebagai bentuk keseriusan bersama.
RSUD Padangan juga menyiapkan sistem pelaporan berbasis digital. Langkah ini memperkuat pengawasan internal.
Fasilitas tersebut meliputi Barcode PPgrat untuk pengendalian gratifikasi. Selain itu tersedia Whistleblowing System yang mudah diakses.
Budaya kerja SIGAP atau Siap dan Tanggap terus ditanamkan kepada seluruh staf. Prinsipnya jelas, menolak segala bentuk gratifikasi.
“Zona Integritas adalah wujud komitmen kami menghadirkan pelayanan yang bersih dan transparan,” ujar dr. Ratih.
Ia merasakan perubahan nyata pada etos kerja pegawai. Kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit pun meningkat.
Menurutnya, hasil ini menjadi motivasi untuk berbuat lebih baik.
Dengan raihan predikat WBK tahun 2025, RSUD Padangan ingin melangkah lebih jauh.
Target berikutnya adalah memperoleh predikat WBBM.
Perbaikan sistem dan kualitas pelayanan akan terus diperkuat.
“Ke depan kami berkomitmen melayani masyarakat dengan lebih ramah, jujur, dan profesional,” pungkasnya. (Prokopim)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,