LAMONGAN – Respon cepat kembali ditunjukkan Polres Lamongan melalui layanan Lapor Pak Kapolres. Menindaklanjuti permintaan masyarakat, Sat Binmas hadir langsung ke SMP Negeri 1 Tikung, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan yang digelar berupa pembinaan dan penyuluhan mengenai kenakalan pelajar.
Fokus utama diarahkan pada pencegahan serta penggunaan media sosial yang sehat.
Permohonan sosialisasi tersebut berasal dari akun @rik****** yang mengaku sebagai guru SMPN 1 Tikung.
Aduan itu dikirim pada 5 Februari 2026 dan segera ditindaklanjuti jajaran kepolisian.
Sat Binmas menilai edukasi sejak dini penting agar siswa tidak terjerumus perilaku negatif.
Langkah cepat ini sekaligus bentuk kedekatan polisi dengan dunia pendidikan.
Hadir dalam kegiatan itu Kanit Binpolmas Sat Binmas Polres Lamongan, IPDA Purnomo, S.E., S.H.
Ia datang bersama anggota dan disambut dewan guru proyek kokurikuler sekolah. Ratusan siswa kelas 7, 8, dan 9 mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian.
Suasana aula tampak hidup sejak awal acara dimulai.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Proyek Kokurikuler di SMPN 1 Tikung. Tema yang diangkat yakni Membangun Karakter Pelajar Melalui Keteladanan Nyata.
Melalui tema tersebut, siswa diajak melihat contoh sikap positif dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, nilai baik itu bisa langsung diterapkan di lingkungan sekolah.
Dalam paparannya, IPDA Purnomo menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak usia remaja.
Menurutnya, masa pelajar merupakan fondasi menentukan masa depan seseorang.
Karena itu, pembinaan harus menyentuh aspek moral, etika, dan tanggung jawab. Ia ingin para siswa tumbuh menjadi generasi yang membanggakan.
“Kedisiplinan, kejujuran, serta sikap hormat kepada guru dan teman harus dibiasakan setiap hari,” ujar IPDA Purnomo.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan rajin belajar demi cita-cita.
Nilai religius dalam pergaulan pun menjadi perhatian dalam materi yang diberikan. Semua itu, kata dia, saling berkaitan membentuk pribadi kuat.
Selain itu, pembahasan mengenai bullying turut menjadi sorotan serius.
Siswa diberikan pemahaman mengenai dampak buruk tindakan tersebut bagi korban maupun pelaku.
Mereka diajak berani melapor jika melihat atau mengalami perundungan. Lingkungan sekolah aman menjadi tanggung jawab bersama.
Tak kalah penting, penggunaan handphone dan media sosial dibahas secara mendalam.
Pelajar diminta lebih selektif menerima maupun membagikan informasi. Konten negatif di dunia maya harus dihindari agar tidak menimbulkan masalah hukum.
Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk hal-hal yang produktif.
“Gunakan media sosial dengan bijak, jangan mudah terprovokasi, dan pikirkan akibatnya sebelum bertindak,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan agar siswa tidak terjebak pada pergaulan bebas digital.
Menurutnya, jejak di internet bisa berdampak panjang terhadap masa depan. Karena itu kehati-hatian menjadi kunci.
Sepanjang kegiatan, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap materi.
Banyak pertanyaan muncul terkait persoalan pergaulan maupun dunia maya.
Diskusi berlangsung interaktif antara pemateri dengan peserta. Guru pun menyambut positif partisipasi aktif para pelajar.
Melalui pembinaan ini, Sat Binmas berharap siswa memiliki karakter disiplin dan tangguh.
Mereka diharapkan mampu menjadi teladan baik di sekolah maupun di rumah.
Kemampuan menggunakan teknologi secara positif juga terus ditekankan. Sehingga generasi muda dapat berkembang tanpa meninggalkan nilai moral. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,