BOJONEGOROtimes.Id – Komisi D DPRD Kabupaten Bojonegoro mengadakan rapat kerja (raker) bersama Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air pada Rabu (11/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi agenda penting dalam menilai hasil pelaksanaan program selama tahun 2025.
Sekaligus, forum itu dimanfaatkan untuk menyelaraskan rencana kegiatan yang akan dijalankan pada 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari tugas pengawasan legislatif terhadap perangkat daerah.
“Rapat ini adalah bentuk tanggung jawab kami memastikan setiap program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar salah satu anggota Komisi D.
Sektor sumber daya air dinilai sangat vital karena berhubungan langsung dengan pertanian dan lingkungan.
Selain itu, keberadaan infrastruktur air juga memegang peranan besar dalam upaya pencegahan banjir. Karena itu evaluasi dilakukan secara menyeluruh.
Dalam pemaparannya, jajaran PU SDA menyampaikan berbagai capaian sepanjang tahun anggaran 2025.
Mulai dari pembangunan hingga perawatan jaringan irigasi menjadi perhatian utama.
Normalisasi aliran sungai serta penanganan wilayah yang berpotensi banjir turut dilaporkan.
Semua progres dipaparkan sebagai bahan penilaian bersama.
PU SDA juga menyampaikan sejumlah kendala teknis yang ditemui di lapangan.
Hambatan tersebut kemudian menjadi materi diskusi antara eksekutif dan legislatif.
Dengan dialog terbuka, diharapkan muncul solusi yang lebih efektif. Tujuannya agar program berikutnya dapat berjalan lebih maksimal.
Sejumlah anggota dewan memberikan catatan penting terhadap penggunaan anggaran.
Mereka menekankan perlunya percepatan pengerjaan kegiatan agar hasil cepat dirasakan warga.
Mutu bangunan dan keberlanjutan manfaat juga menjadi perhatian serius. Hal ini demi memastikan investasi pemerintah tidak sia-sia.
“Kualitas infrastruktur harus benar-benar dijaga supaya dampaknya nyata bagi masyarakat,” tegas anggota Komisi D.
Menurut mereka, penguatan sistem sangat penting untuk jangka panjang. Terutama dalam mendukung produktivitas pertanian di berbagai wilayah. Air menjadi faktor utama keberhasilan tersebut.
Selain melakukan evaluasi, rapat turut membedah rancangan program tahun 2026.
Fokus utama diarahkan pada peningkatan layanan infrastruktur sumber daya air.
Upaya pengendalian banjir tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Begitu pula perbaikan dan pembangunan jaringan irigasi.
Komisi D memastikan akan terus mengawal seluruh perencanaan tersebut. Pengawasan diperlukan agar setiap kebijakan tepat sasaran.
Sinkronisasi dengan kebutuhan pembangunan daerah menjadi kunci utama. Dengan begitu kesejahteraan masyarakat Bojonegoro dapat meningkat.
“Kami berkomitmen mendampingi dan memantau pelaksanaan program PU SDA,” tutup perwakilan dewan.
Kerja sama yang baik antara DPRD dan dinas diharapkan semakin solid. Sinergi ini penting demi tercapainya hasil pembangunan yang optimal. Masyarakat pun menjadi penerima manfaat terbesar. (*)












Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,