LAMONGAN – Kodim 0812 Lamongan terus menumbuhkan semangat kebangsaan melalui pembinaan kesadaran bela negara yang digelar secara video conference.
Kegiatan ini diikuti prajurit, anggota Persit, serta keluarga besar TNI dan FKPPI, Rabu (11/2/2026).
Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat karakter sekaligus rasa cinta tanah air di lingkungan satuan.
Pembinaan dilaksanakan menyeluruh agar nilai nasionalisme tetap terjaga di setiap lini.
Acara dipimpin Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0812/Lamongan Mayor Arm Ngateno.
Dalam kesempatan itu, ia memberikan penekanan tentang pentingnya loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, pembinaan rutin seperti ini sangat dibutuhkan agar seluruh personel memiliki pemahaman yang sama.
Terutama dalam menghadapi dinamika tantangan kebangsaan yang terus berkembang.
Dalam arahannya, Kasdim menegaskan bahwa bela negara tidak hanya dimaknai sebagai tugas angkat senjata.
Lebih dari itu, bela negara merupakan kewajiban moral setiap warga dalam menjaga persatuan.
Kepatuhan terhadap hukum dan kontribusi positif di lingkungan juga menjadi wujud nyata pengabdian.
Nilai tersebut harus tertanam kuat dalam kehidupan sehari-hari.
“Bela negara adalah sikap dan perilaku yang dijiwai kecintaan kepada tanah air. Ini harus diwujudkan dalam kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas, baik sebagai prajurit maupun sebagai bagian dari masyarakat,” tegas Mayor Ngateno.
Ia menilai, keteladanan prajurit sangat berpengaruh bagi lingkungan sekitar. Karena itu, kualitas pribadi harus selalu dijaga.
Kasdim juga mengingatkan pentingnya mempererat soliditas internal satuan.
Menurutnya, persatuan di tubuh TNI menjadi benteng utama menghadapi berbagai ancaman.
Baik yang terlihat secara nyata maupun yang datang secara perlahan. Kebersamaan adalah kekuatan mendasar dalam menjaga keutuhan bangsa.
Ia menyoroti maraknya ancaman non-militer seperti hoaks, paham radikal, dan potensi konflik sosial.
Hal-hal tersebut dinilai dapat melemahkan sendi kebangsaan apabila tidak diantisipasi.
Prajurit beserta keluarga diharapkan memiliki kepekaan dan tidak mudah terpengaruh. Literasi serta sikap bijak menjadi kunci utama.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat bentuk ancaman semakin beragam.
Serangan tidak selalu berupa fisik, namun bisa melalui narasi yang memecah belah.
Karena itu, kewaspadaan harus terus ditingkatkan oleh seluruh elemen. Termasuk dalam penggunaan media sosial.
Kegiatan vicon berlangsung dinamis dengan materi yang memperdalam pemahaman tentang Pancasila dan UUD 1945.
Peserta juga diajak meneguhkan komitmen menjaga kedaulatan bangsa. Implementasinya dilakukan melalui tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Mulai dari hal kecil hingga tanggung jawab kedinasan.
Selain menjadi sarana pembelajaran, momen ini juga dijadikan refleksi bersama.
Setiap peserta diingatkan untuk meningkatkan profesionalisme dalam bertugas. Etika dan disiplin tetap menjadi landasan utama pengabdian.
Dengan demikian, kepercayaan masyarakat dapat terus terpelihara.
“Jadilah contoh yang baik. Tunjukkan bahwa prajurit TNI hadir tidak hanya menjaga pertahanan, tetapi juga menjadi penggerak persatuan dan ketahanan wilayah,” pungkasnya.
Pesan tersebut disambut antusias seluruh peserta. Semangat kebangsaan pun semakin diteguhkan.
Melalui kegiatan ini, Kodim 0812/Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Prajurit diharapkan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Dengan bekal tersebut, keutuhan NKRI akan senantiasa terjaga. Pembinaan berkelanjutan pun akan terus dilakukan. (*)
















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,