Wamenkop RI Ajak Fatayat NU Kedungadem Bojonegoro Ambil Peran di Koperasi Desa Merah Putih

BOJONEGOROtimes.Id – Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Hj. Farida Farichah, M.Si, menghadiri Pelantikan Raya Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Anak Cabang Kedungadem, Bojonegoro, Minggu (8/2/2026).

‎Kehadirannya membawa pesan penting mengenai masa depan ekonomi desa. Ia menaruh harapan besar kepada kader-kader perempuan muda.

‎Terutama agar terlibat aktif dalam penguatan Koperasi Desa Merah Putih.

‎Di hadapan ratusan anggota yang memadati lokasi kegiatan, Farida menegaskan komitmen pemerintah pusat.

‎Melalui Kementerian Koperasi, program pembentukan dan penguatan koperasi tengah digencarkan.

‎Tujuannya agar desa memiliki pusat aktivitas ekonomi yang modern. Sekaligus mampu dikelola secara terbuka bagi seluruh masyarakat.

‎“Setiap desa akan memiliki Koperasi Desa Merah Putih dengan fasilitas yang memadai. Ada bangunan representatif, gerai sembako, layanan kesehatan, ruang bagi produk UMKM hingga gudang. Semua dirancang menjadi simpul perputaran ekonomi warga,” ungkapnya.

‎Menurut Farida, koperasi tersebut nantinya bisa diikuti siapa saja sebagai anggota.

‎Meski begitu, ia memberi penekanan khusus kepada kader Fatayat NU. Pengalaman organisasi dinilai menjadi modal penting untuk mengelola lembaga usaha.

‎Apalagi dalam hal administrasi dan pertanggungjawaban.

‎“Yang paling tepat menjadi pengurus itu sahabat Fatayat. Mereka terbiasa bekerja dalam struktur, memahami fungsi pengawasan, serta mampu membuat laporan. Perempuan juga terkenal teliti dan amanah,” tegas Farida.

‎Ia pun meminta para ketua ranting tidak menunggu lama. Komunikasi dengan pemerintah desa dan pengelola koperasi perlu segera dilakukan.

‎Langkah itu penting agar Fatayat bisa berada di barisan depan. Sekaligus menjadi mitra strategis dalam membangun ekonomi lokal.

‎Farida melihat potensi besar bila kader Fatayat mengambil bagian.

‎Selain membesarkan koperasi, kehadiran mereka juga membuka jalan kemandirian perempuan desa.

‎Banyak ruang pembelajaran usaha yang bisa dimanfaatkan. Termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

‎“Silakan bersilaturahmi dengan kepala desa dan jajaran koperasi. Bangun kerja sama yang kuat. Fatayat harus hadir sebagai kekuatan yang ikut menumbuhkan dan membesarkan,” ujarnya.

‎Lebih lanjut, Farida memaparkan bahwa koperasi ini tidak berdiri sendiri. Nantinya akan terbentuk jaringan antar desa yang saling terhubung.

‎Produk dari satu wilayah bisa masuk ke pasar desa lain. Dampaknya tentu memperluas peluang penjualan.

‎“Kalau punya usaha keripik, roti, tempe, atau kain, jangan hanya beredar di satu tempat. Semua desa bisa menjadi pasar. Saat permintaan naik dan kualitas baik, produksi pasti ikut berkembang,” jelasnya.

‎Program ini, lanjutnya, merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap warga desa.

‎Karena itu, kesempatan tersebut jangan sampai dilewatkan. Kader Fatayat diminta berani mengambil peran sejak awal, baik sebagai anggota maupun pengurus.

‎“Kalau sekarang belum jadi pengurus, mulailah dari anggota. Ke depan bisa naik, bahkan menjadi direktur koperasi. Jadikan ini tempat belajar bisnis, meningkatkan kemampuan, dan mengikuti berbagai pelatihan,” tambahnya.

‎Farida optimistis apabila dikelola secara profesional dan kolaboratif, koperasi akan menjadi tulang punggung ekonomi desa.

‎Perempuan muda akan semakin percaya diri tampil di ruang publik. Sementara kesejahteraan keluarga ikut terdongkrak. Ia berharap momentum ini benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin. (imm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *