LAMONGAN – Kepolisian Resor Lamongan kembali menunjukkan respons sigap dan kepedulian kemanusiaan dalam penanganan peristiwa anak tenggelam di Sungai Bengawan Solo.
Lokasi kejadian berada di kawasan Taman Mahoni, Desa Kendal, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.
Hingga hari kedua, upaya pencarian masih terus dilakukan secara intensif. Seluruh unsur terkait dikerahkan demi menemukan korban.
Memasuki pencarian hari kedua pada Rabu pagi (04/02/2026) pukul 08.00 WIB, kegiatan diawali dengan apel kesiapan di lokasi kejadian.
Apel dipimpin langsung Kapolsek Sekaran IPTU Ahmad Zunaedi, S.IP., bersama Kasat Polair AKP Guntur.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk koordinasi sebelum tim menyebar di area pencarian. Personel gabungan terlihat siap dengan perlengkapan lengkap.
Apel dan pencarian lanjutan diikuti tim gabungan yang terdiri dari Polri, Basarnas, BPBD, relawan, serta instansi terkait lainnya.
Sinergi lintas sektor ini dilakukan agar pencarian berjalan efektif dan aman. Fokus utama tetap pada keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Kami bekerja bersama demi kemanusiaan,” ujar salah satu petugas.
Dalam operasi hari kedua ini, tim mengerahkan tiga unit perahu karet. Masing-masing berasal dari Basarnas Bojonegoro, BPBD Kabupaten Lamongan, dan Satpolairud Polres Lamongan.
Perahu tersebut digunakan untuk menyisir aliran sungai dari titik korban terakhir terlihat. Pencarian disesuaikan dengan kondisi arus dan cuaca.
Penyisiran dilakukan secara bertahap menyusuri Sungai Bengawan Solo di sekitar lokasi kejadian.
Petugas memperhitungkan derasnya arus serta potensi perubahan cuaca. Koordinasi antar perahu terus dilakukan melalui komunikasi radio.
Langkah ini diambil agar tidak ada area yang terlewat.
Kasihumas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid, S.Pd menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi sehari sebelumnya.
Menurutnya, insiden bermula pada Selasa (03/02/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban MN (13) berenang bersama temannya di area Babakan Taman Mahoni.
Aktivitas tersebut berakhir tragis saat korban diduga kelelahan.
“Saat berenang, korban diduga kehabisan tenaga dan sempat berteriak meminta tolong,” jelas IPDA Hamzaid.
Teriakan tersebut terdengar oleh seorang pedagang es di sekitar lokasi. Warga yang mendengar langsung berupaya memberikan pertolongan.
Namun, derasnya arus sungai menyulitkan evakuasi.
Dalam kejadian itu, satu anak berinisial R (14) berhasil diselamatkan warga. Sementara korban MN hingga kini masih dalam pencarian.
Upaya penyelamatan terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim berharap korban segera ditemukan.
Pencarian di hari pertama sempat dihentikan sementara akibat hujan deras disertai angin kencang.
Kondisi cuaca tersebut dinilai membahayakan keselamatan petugas.
Oleh karena itu, pencarian dilanjutkan kembali keesokan harinya dengan persiapan lebih matang. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Polres Lamongan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di sekitar sungai.
Terutama saat cuaca tidak mendukung dan arus sungai meningkat.
“Kami mengajak para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak,” imbau IPDA Hamzaid.
Pencegahan dinilai penting untuk menghindari kejadian serupa.
Polri bersama tim gabungan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pencarian secara maksimal.
Seluruh upaya dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan. Sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat.
Harapannya, korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,