BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 0,94 persen pada tahun 2026.
Target ini setara dengan pengurangan 4.310 KK atau 11.854 jiwa, sehingga tingkat kemiskinan Bojonegoro ditargetkan berada di angka 10,55 persen.
Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, menyebutkan bahwa pada tahun 2025 angka kemiskinan masih berada di 11,49 persen atau 144.900 jiwa.
Dengan target tersebut, jumlah penduduk miskin diharapkan turun menjadi 133.046 jiwa pada 2026.
“Target ini menjadi fokus utama Pemkab Bojonegoro,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemkab Bojonegoro memperkuat penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data ini merupakan hasil pemadanan dari DTKS, P3KE, dan REGSOSEK, yang menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara komprehensif.
“Basis data ini digunakan untuk mendukung keterpaduan program pembangunan nasional dan sinergi antar lembaga,” jelas Agus.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Bojonegoro bekerja sama dengan BPS Kabupaten Bojonegoro melakukan percepatan pemutakhiran DTSEN.
Kegiatan ini berlangsung di 430 desa dan kelurahan mulai 14 Januari hingga 16 Februari 2026, melalui bimbingan dan pelatihan petugas pendataan.
Pemutakhiran data melibatkan 28 camat, 430 koordinator desa/kelurahan, serta 2.580 petugas pencacah lapangan.
Para petugas akan melakukan survei langsung dan memotret kondisi riil sosial ekonomi masyarakat.
“Data yang dikumpulkan akan diolah secara statistik sebagai dasar kebijakan pengentasan kemiskinan,” pungkas Agus.
Pemkab Bojonegoro optimistis target penurunan kemiskinan tahun 2026 dapat tercapai melalui sinergi lintas perangkat daerah.
Program bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan sosial terus diperkuat.
“Pengentasan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama seluruh dinas dan badan,” tegasnya. (*)


















Bojonegorotimes.id adalah media online berbasis di Bojonegoro, serta fokus pada pemberitaan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Sejak awal,