Juara Inovasi Pangan, Mahasiswi Bojonegoro Sulap Bekatul Jadi Crepe Kekinian

BOJONEGOROtimes.Id – Inovasi pengolahan sisa pangan kembali ditorehkan generasi muda Bojonegoro.

‎Sherly Rahayu Retnoningtyas, mahasiswi asal Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, berhasil meraih Juara 2 Lomba Inovasi Olahan Sisa Pangan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro.

‎Karyanya bertajuk Bekatul Crepe Roll Cake dinilai kreatif dan aplikatif. Inovasi mahasiswi Bojonegoro ini mengangkat bahan lokal yang selama ini kurang dimanfaatkan.

‎Sherly yang menempuh pendidikan S1 Gizi di Stikes Muhammadiyah Bojonegoro dikenal aktif dalam akademik dan berbagai kompetisi pangan.

‎Di tengah kesibukan kuliah dan pekerjaan sampingan, ia terus mengembangkan ide berbasis pangan lokal.

‎“Saya ingin membuktikan bahwa sisa pangan bisa diolah menjadi produk yang aman, bergizi, dan bernilai jual,” ujar Sherly.

‎Kepeduliannya berangkat dari isu limbah pangan yang masih tinggi.

‎Bekatul yang biasanya hanya digunakan sebagai pakan ternak dipilih sebagai bahan utama karena kandungan gizinya.

‎Sherly menjelaskan, bekatul kaya protein, serat, dan antioksidan sehingga berpotensi menjadi pangan fungsional.

‎Proses pengolahan dilakukan melalui sterilisasi dan penyangraian untuk memastikan keamanan bahan.

‎“Tahapan ini penting agar bekatul layak dikonsumsi dan kualitasnya terjaga,” jelasnya.

‎Bekatul kemudian diolah menjadi crepe yang digulung dengan whip cream dan stroberi segar.

‎Perpaduan rasa manis, gurih, dan segar membuat produk ini mudah diterima konsumen.

‎Tantangan terbesar, menurut Sherly, adalah mengubah stigma masyarakat terhadap bekatul.

‎“Edukasi menjadi kunci agar masyarakat percaya bahwa bekatul aman dan bernilai gizi,” katanya.

‎Melalui prestasi ini, Sherly berharap inovasinya dapat menginspirasi pengembangan pangan lokal berkelanjutan.

‎Ke depan, ia berencana menambah varian rasa dan menjajaki produksi skala kecil sebagai camilan sehat.

‎Prestasi tersebut juga mencerminkan dukungan Pemkab Bojonegoro dalam mendorong inovasi pangan ramah lingkungan.

‎Peran generasi muda dinilai strategis dalam mengangkat potensi daerah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed