BKKD Pemkab Bojonegoro Wujudkan Jalan Kokoh di Desa Lengkong Balen

BOJONEGOROtimes.Id – Pemerintah Desa Lengkong, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, berhasil menyelesaikan pembangunan jalan rigid beton melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) dari Pemkab Bojonegoro.

‎Proyek infrastruktur wilayah Bojonegoro ini dikerjakan dengan sistem swakelola desa dan melibatkan masyarakat setempat sejak awal pelaksanaan.

‎Hasilnya, pembangunan dinilai berjalan transparan dan sesuai dengan perencanaan teknis.

‎Keberadaan jalan baru ini kini menjadi akses penting bagi aktivitas warga desa.

‎Jalan rigid beton yang dibangun memiliki panjang 512 meter dengan lebar 4 meter dan ketebalan 15 sentimeter.

‎Spesifikasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas warga serta kendaraan angkut hasil usaha dan pertanian.

‎Pembangunan ini menggantikan jalan paving lama yang sebelumnya rusak dan licin saat musim hujan.

‎Kini, akses jalan menjadi lebih aman dan nyaman untuk dilalui setiap hari.

‎Untuk memastikan kualitas pekerjaan, Kepala Desa Lengkong, Drs. H. Ahmad Sholihin, melakukan pengecekan langsung ke lokasi, Jumat (30/01/2026).

‎Dalam peninjauan tersebut, ia memastikan hasil pengerjaan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan.

‎Menurutnya, keterlibatan Tim Pelaksana Kegiatan (Timlak) Desa menjadi kunci keberhasilan proyek ini.

‎“Pekerjaan berjalan baik dan sesuai spesifikasi, ini hasil kerja tim yang solid dan terbuka,” ujarnya.

‎Sholihin menegaskan bahwa sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, Pemdes Lengkong berkomitmen mengelola dana BKKD secara transparan.

‎Selain fokus pada kualitas infrastruktur, pembangunan ini juga berdampak langsung pada perekonomian warga.

‎Tenaga kerja lokal dilibatkan sehingga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat desa.

‎“Pembangunan ini bukan hanya soal jalan, tapi juga pemberdayaan warga,” jelasnya.

‎Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas dukungan anggaran yang diberikan.

‎Menurutnya, jalan rigid beton tersebut memiliki peran vital bagi akses pendidikan dan kegiatan keagamaan.

‎Setiap hari, santri dan jamaah Pondok Pesantren Tasdini melintasi jalan tersebut.

‎“Jalan ini sangat membantu kelancaran mobilitas anak-anak dan jamaah pondok pesantren,” kata Sholihin.

‎Keberadaan jalan baru ini turut dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha lokal.

‎Bukhori, warga Desa Lengkong yang menjalankan usaha distribusi LPG, mengaku aktivitas usahanya kini jauh lebih lancar.

‎Sebelumnya, kondisi jalan yang rusak sering menyulitkan pelanggan saat mengambil barang.

‎“Sekarang jalannya mulus, pelanggan dari seluruh desa bisa lebih mudah datang,” ungkapnya.

‎Manfaat serupa dirasakan Azis, pelaku usaha penjualan sangkar dan perlengkapan burung.

‎Ia menyebut kondisi jalan yang baik membuat pelanggannya semakin bertambah dari berbagai daerah.

‎Akses yang nyaman juga mengurangi risiko tergelincir saat hujan.

‎“Pelanggan saya datang dari Bojonegoro, Tuban, Lamongan, bahkan Jawa Tengah,” tuturnya.

‎Secara keseluruhan, pembangunan jalan rigid beton ini dinilai strategis dalam mendukung sektor pertanian dan perdagangan desa.

‎Distribusi hasil panen menjadi lebih lancar, aktivitas ekonomi meningkat, dan akses masyarakat semakin terbuka.

‎Pemdes Lengkong optimistis infrastruktur yang memadai akan mendorong kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

‎Proyek ini menjadi bukti bahwa pengelolaan dana desa yang transparan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *