Kongres V Partai Buruh Teguhkan Soliditas, Said Iqbal Kembali Pimpin Hingga 2031

JAKARTA – Kongres V Partai Buruh yang digelar di Jakarta pada 18 hingga 22 Januari 2026 menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi politik kelas pekerja.

‎Forum tertinggi partai ini kembali menegaskan jati diri Partai Buruh sebagai kekuatan politik yang berakar dari gerakan serikat pekerja.

‎Sejak awal berdiri, partai ini menyatakan konsisten bergerak bersama buruh dan rakyat pekerja.

‎Kongres menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan arah perjuangan nasional.

‎Dalam kongres tersebut, Ir. Said Iqbal, M.E. secara resmi kembali ditetapkan sebagai Presiden Partai Buruh untuk periode 2026–2031.

‎Sementara itu, jabatan Sekretaris Jenderal kembali dipercayakan kepada H. Ferri Nuzarli, S.E., S.H..

‎Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam sidang pleno. Sidang berlangsung di Ballroom Golden Boutique Hotel, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).

‎Keputusan aklamasi mencerminkan tingkat soliditas yang tinggi di internal Partai Buruh.

‎Peserta kongres dari berbagai daerah menyatakan kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Said Iqbal dan Ferri Nuzarli.

‎Keduanya dinilai mampu menjaga konsistensi garis perjuangan partai. Selain itu, kepemimpinan mereka dianggap efektif dalam merespons dinamika politik nasional.

‎Dalam sambutanya, Said Iqbal menegaskan bahwa kesinambungan kepemimpinan menjadi kunci penguatan organisasi.

‎Ia menyebut fokus utama partai ke depan adalah kaderisasi dan perluasan basis massa. Selain itu, strategi politik juga harus dimatangkan untuk menghadapi agenda nasional.

‎“Partai Buruh harus hadir sebagai rumah politik kaum buruh dan rakyat pekerja,” tegas Said Iqbal.

‎Ia juga menambahkan bahwa keberanian bersuara dan konsistensi perjuangan menjadi identitas utama Partai Buruh.

‎Menurutnya, suara buruh tidak boleh lagi berada di pinggiran kebijakan publik. Partai Buruh harus tampil sebagai penentu arah kebijakan nasional.

‎“Tanpa keberanian, aspirasi buruh akan terus terpinggirkan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ferri Nuzarli menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi partai.

‎Ia menyebut administrasi yang rapi dan disiplin struktural adalah fondasi utama perjuangan politik.

‎Soliditas internal, kata dia, tidak cukup hanya menjadi jargon. “Kerapian organisasi menentukan efektivitas langkah politik,” ujar Ferri.

‎Kongres V Partai Buruh tidak hanya berfokus pada pengukuhan kepemimpinan.

‎Agenda ini juga menjadi sarana konsolidasi nasional seluruh elemen partai.

‎Partai Buruh menegaskan posisinya sebagai kekuatan politik alternatif. Tujuannya adalah membawa aspirasi kelas pekerja ke pusat pengambilan kebijakan nasional. (dpw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *